Ratusan Siswa SMPN 11 Kota Bengkulu Tak Miliki Handphone Android untuk Belajar Daring Dikunjungi ke Rumah

Endang/BE
Kunjungan guru SMPN 11 Kota Bengkulu, ke rumah siswa yang tidak memiliki handphone Android untuk belajar daring (dalam jaringan), Selasa (8/9).

BENGKULU, BE – Penginputan nomor telepon siswa/siswi dalam data pokok pendidik (Dapodik) tinggal menyisakan waktu 3 hari lagi. Pada 11 September 2020, seluruh akses penginputan data dapodik ditutup. Banyak kendala dalam penginputan tersebut terlebih tidak semua siswa memiliki perangkat android sendiri. Ada yang memakai handphone orang tua atau saudara dan ada juga yang tak bisa meminjam ke siapa pun hingga tak bisa mengikuti pelajaran dalam jaringan (daring). Seperti di SMPN 11 Kota Bengkulu. Menyikapi kendala ini guru SMPN 11 melakukan kunjungan ke rumah para siswa.

Kepala SMPN 11 Kota Bengkulu, Elva Dharmasian, M.Pd kepada BE, Selasa (8/9) menuturkan, dari 700 an siswa/siswinya sedikitnya ada 200 an siswa/siswi yang tidak memiliki android. Meski begitu mereka memiliki nomor telepon untuk bisa mengakses pembelajaran dengan cara meminjam android saudara atau orang tuanya. Ada juga siswa yang sama sekali tak memiliki handphone android dan tak bisa meminjamnya. Para siswa ini diberikan pembelajaran dengan metode luring (luar jaringan).

“Setiap kelas itu rata-rata ada 5 orang yang tidak punya android, tapi mereka ini belajar daring (dalam jaringan). Untuk itu sekolah tetap memberikan nomor perdana dari bantuan Pemerintah Kota Bengkulu untuk diinput kedalam dapodik,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah memberikan bantuan android pada siswa/siswi yang tidak memiliki gawai tersebut, karena sekolah tidak mampu memberikan bantuan perangkat tersebut.

Ada juga peserta didik yang sama sekali tidak memiliki android sama sekali dan tak bisa meminjam. Pola pembelajaran yang diberikan selama covid-19 dengan menggunakan metode luring (luar jaringan), yaitu guru memberikan tugas dengan cara mencopy materi dan tugas kepada siswa, kemudian siswa menyelesaikan tugas dan mengumpulkan ke guru bersangkutan.

“Ratusan siswa yang pembelajaran luring penerima program Kartu Indonesia Pintar (KIP) sehingga dewan guru juga melakukan home visit, jangan sampai anak-anak tidak belajar, ” bebernya.

Kepala SMPN 2 Kota Bengkulu, Susnaini Kulita, S.Pd menuturkan, penginputan pulsa gratis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui pengusulan di Dapodik terus dilakukan.

“Hampir semua siswa diusulkan ke dapodik, walau ada satu dua orang yang saat ini belajar luring, ” jelasnya.

Diterangkan Susnaini, selama proses penginputan tidak ada kendala berarti. Ia berharap dengan adanya bantuan kuota pulsa gratis akan semakin memudahkan pembelajaran jarak jauh selama pandemi covid-19.

“Diakui pembelajaran paling efektif adalah tatap muka, karena kondisi saat ini belum membaik maka upaya pemerintah sangat maksimal, dengan program pemberian kuota baik yang dilakukan Pemerintah kota maupun dari pusat, ” jelasnya mengakhiri. (247)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*