Ratusan Santri Ponpes Hidayatul Qomariyah Bengkulu Dilarikan ke Rumah Sakit

RIO/BE
KERACUNAN MASSAL: Ratusan santri-santriwati Kelurahan Padang Serai dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Kota Bengkulu salah satunya di RSHD Kota Bengkulu karena mengalami gejala sakit yang diduga akibat keracunan makanan, Jumat (14/8).

BENGKULU, bengkuluekspress.com- Ratusan santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah Qomariyah yang terletak di kelurahan Padang Serai diduga mengalami keracunan makanan, dan dilarikan ke 5 rumah sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu,  Jum’at (14/8).

RIO/BE
KERACUNAN MASSAL: Ratusan santri-santriwati Ponpes Hidayatul Qomariyah Kelurahan Padang Serai dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Kota Bengkulu salah satunya di RSHD Kota Bengkulu karena mengalami gejala sakit yang diduga akibat keracunan makanan, Jumat (14/8).

Kejadian mengejutkan ini setelah seluruh santi menyantap sarapan pagi yang dimasak oleh pengurus Ponpes sekitar pukul 08.00WIB, dan sekitar pukul 10.00 WIB para santri mulai merasakan reaksi seperti mual, muntah, sakit kepala, hingga ada beberapa yang pingsan. “Beberapa saat setelah makan itu, banyak yang merasa mual dan muntah, yang putri tadi ada pingsan ditempat,” kata Putra salah satu santri kelas 1 SMP.

Dirinya mengaku, pada saat menyantap makanan itu tidak ada rasa aneh sama sekali, karena makanan itu memang sudah rutin dengan menu nasi sambal telur dan segelas air mineral biasa.
Namun, menginggat kondisi yang tak bisa lagi diatasi, pengurus Ponpes melarikan seluruh anak yang merasakan gejala tersebut ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

” Tadi nyebar ada yang di RSHD, RSMY, DKT, dan RS Gading Medika. Gak tahu lagi jumlahnya mungkin hampir seluruh santri,” terangnya.
Diketahui, saat ini jumlah pasien yang masuk ke RSHD mencapai 65 orang, dan diduga mencapai ratusan karena ada beberapa rumah sakit lainnya yang menerima pasien keracuran dari Ponpes tersebut.
Bahkan seluruh ambulance kota juga sudah dikerahkan untuk melakukan penjemputan pasien ke rumah sakit.
Dijelaskan Direktur RSHD kota, dr Lista Cerlyviera menjelaskan
penanganan yang dilakukan seluruh santri diberikan cairan infus, serta melakukan observasi gejala yang dirasakan, dan biasanya gejala keracunan adalah diare, muntah yang menyebabkan pasien kehilangan cairan. Maka hal pertama yang dilakukan yakni mengembalikan cairan yang hilang tersebut, diimbangi dengan obat medis. “Jumlah santri itu mencapai 350 orang, cuma mungkin ada yang gejala ringan. Karena, ini wabah, maka sedapat mungkin kita tampung kalau nanti bertambah lagi,” jelas dr Lista.
Lebih lanjut dijelaskan, dugaan awal penyebab keracunan tersebut berkaitan dengan kuman/bakteri Clostridium dari makanan basi. Dan juga bisa disebabkan dari bakteri Escherichia Coli a (e-Coli) karena sumber air minum tidak bersih. “Ya petugas dari Dinkes juga sudah mengambil sample makanan, minuman hingga muntahan pasien, untuk diuji di laboratorium kesehatan, sehingga bisa mengetahui dari mana penyebab keracunan itu,” ungkap dr Lista.

Dan jika nantinya, ada pasien yang memang perlu penanganan khusus atau fisik lemah, maka RSHD akan menampung untuk dirawat inap. Jika ada kondisi yang sudah membaik maka langsung dipulangkan.

” Nantinya seluruh pasien dari santri Ponpes yang dilarikan ke RSHD juga dilakukan Rapid test, hal ini sebagai SOP dari protokol kesehatan untuk mengantisipasi penularan covid-19,” pungkasnya. (805)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*