Ratusan Murid Paudni Manasik Haji

BENGKULU, BE–  Ratusan siswa dari  Pendidikan Anak Usia Dini (Paudni) kemarin melakukan manasik haji di Asrama Haji, Bengkulu. Kegiatan tersebut  diikuti gabungan dari 6 Paudni dibawah Gugus Bunga Tanjung Kecamatan Gading Cempaka. Ratusan siswa itu dari Paud Delia, Paud Yasporbi, Paud Citarum, Paud Alkanza, dan Paud Harapan Bunda. Acaranya dibuka oleh Ketua Gugus, Yuni Herlina MTPd, serta dihadiri pengawas TK Dikbud, Kota Bengkulu.
Ketua Gugus Kembang Tanjung, Yuni Herlina MTPd  mengatakan, manasik haji ini program tahunan gugus, yang setiap setahun sekali dilaksanakan. Banyak hikmah yang diperoleh siswa dalam latihan manasik ini. Selain mengenalkan  Rukun Islam yang kelima  juga mengajarkan kebersamaan, kedisiplinan dan banyak lagi.
“Anak-anak sengaja dilatih dan mempraktikkan manasik haji ini,  karena selain mengenalkan tatacara  juga  mengajarkan kebersamaan, budaya antri, dan budaya berbagi, sabar dan disiplin, ” kata Yuni pada BE kemarin.
Pantauan BE di lokasi manasik kemarin,  ratusan peserta ini diajarkan tahapan dan tata cara  manasik haji, dengan dipandu masing-masing guru sekolahnya.  Mereka tampak gembira saat mengikuti tahapan demi tahapan manasik haji. Sama seperti tahapan haji yang sebenarnya, dalam kegiatan itu anak-anak juga memakai baju ihram, sementara anak perempuan memakai mukena berwarna putih. Mereka juga melaksanakan tahapan ibadah haji, yakni melakukan tawaf dengan mengelilingi Ka’bah, Sa’i atau berlari-lari kecil, melontar jumrah, hingga bermalam di Padang Arafah, dan  minum air zam-zam.
Tak hanya itu, kegiatan haji yang dikenalkan sejak dini, dikenal mampu  mampu memberikan pemahaman ilmu dasar manasik kepada anak usia dini, sehingga mereka dapat terus mengingatnya di masa mendatang. Karena latihan inipun sebagian disaksikan para orang tua,  diharapkan  manasik ini juga dapat berimbas kepada orangtua siswa, sehingga bagi orang tua yang mampu akan tertarik untuk melaksanakan ibadah haji.
Menurut Yuni, bentuk pendidikan tersebut berupa pengenalan mengenai ibadah haji yang ditargetkan mampu memberikan gambaran mengenai apa dan bagaimana sebenarnya ibadah haji, dan bagaiman rangkaian kegiatan yang harus dilakukan. Dengan begitu siswa akan cepat ingat dan selalu  tahapan-tahapan berhaji itu.
”Masa ini merupakan masa untuk meletakkan dasar pertama bagi si anak dalam mengembangkan kemampuan fisik/motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, disiplin, kemandirian, seni, moral, dan nilai-nilai agama,” tandasnya. (247)