Ratusan Masyarakat Bengkulu Salat Khusuf

Shalat Gerhanan di Baitul IzzaBENGKULU, Bengkulu Ekspress – Sekitar 300 warga muslim Kota Bengkulu menggelar Salat Gerhana atau Salat Kusuf yang dilaksanakan di Masjid Raya Baitul Izza, Rabu (31/1) malam.

Salat yang dimulai pukul 08.15 WIB tersebut dipimpin oleh Imam masjid raya dan diikuti oleh Plt Gubernur Bengkulu yang diwakili Asisten I Pemprov Bengkulu, Drs Hamka Sabri MSi, turut hadir juga FKPD Bengkulu, beberapa Kepala OPD Bengkulu, Rektor Unib, Pengurus Ormas Islam, dan masyarakat Kota Bengkulu.

Plt Gubernur Bengkulu DR H Rohidin Mersyah MMA dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Pemprov Bengkulu, Drs Hamka Sabri MSi mengatakan bahwa salat ini diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur terhadap kuasa Allah dengan adanya fenomena alam gerhana bulan total.

Salat Gerhana dilaksanakan menyikapi fenomena alam gerhana bulan total yang bisa teramati dari wilayah Indonesia khususnya Bengkulu 17.49 WIB dan puncak gerhana total pada pukul 20.29 WIB hingga berakhir pada pukul 23.09 WIB.

“Keutamaan melaksanakan Salat Gerhana yakni dapat mewaspadai diri kita dan sekaligus Kemaha besaran Allah bahwa kebesaran tata surya sudah diatur, bukan terjadi karena masalah mistis. Jadi tata surya itu sudah diatur oleh Allah, di dunia tidak ada yang tiba-tiba, semua atas ciptaan Allah,” kata Hamka.

Dibagian lain, masyarakat juga terlihat berkumpul di pantai panjang dan Benteng Marlborough Bengkulu. Mereka sengaja berkumpul untuk memantau fenomena langka tersebut. Bahkan sebagian dari mereka menyiapkan kamera tele untuk mengabadikan fenomena langka Gerhana Bulan Total atau yang juga dikenal Super Blue Blood Moon ini.

Disampaikan Fajar, pengalamannya melihat gerhana seperti ini seakan lengkap. Sebab, sebelum ini ia juga pernah menyaksikan Gerhana Matahari Total pada beberapa waktu lalu.

“Selain itu ya saya bersama keluarga datang karena penasaran. Apalagi anak-anak saya yang dari sore sudah sibuk ngajak untuk ngamati gerhana bulan total ini,” kata Fajar.

Selain itu, Imam besar masjid raya Baitu Izzah Bengkulu KH Rusli M Daud sebelum melaksanakan salat menjelaskan secara umum pelaksanaan salat gerhana bulan diawali dengan shalat sunah dua rakaat dan setelah itu disusul dengan dua khutbah seperti salat Idul Fitri, hanya saja bedanya, setiap rakaat salat gerhana bulan dilakukan dua kali rukuk. “Adapun niatnya Ushalli sunnatal khusuf rak‘ataini imaman/makmuman lillahi ta‘ala. Artinya, Saya salat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.” kata Imam. (Dwi)