Ratusan Mahasiswa IAIN Curup Demo

ARY/BE
Mahasiswa IAIN Curup saat menggelar aksi damai menuntut transparansi anggaran di IAIN Curup, aksi damai digelar di halaman rektorat IAIN Curup, Selasa (10/12) kemarin.

Tuntut Transparansi Anggaran

CURUP, bengkuluekspress.com – Ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan di IAIN Curup menggelar aksi unjuk rasa di halaman rektorat IAIN Curup Selasa (10/12) kemarin. Sejumlah tuntutan disampaikan para mahasiswa dalam aksi untuk memperingati hari HAM tersebut. Salah satunya terkait dengan transparansi anggaran. Koordinator aksi, Muhadi Hengki Pranata mengungkapkan, dalam aksi damai kemarin pihaknya meminta kampus terbuka dalam mengelola dana DIPA, dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) perguruan tinggi serta sejumlah dana lain yang ada di IAIN Curup termasuk dana hibah sebesar Rp 2 miliar dari Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Tak hanya menyoroti dana yang bersumber dari luar kampus, para mahasiswa juga mempertanyakan sejumlah pungutan yang dilakukan kampus yang dinilai sangat memberatkan para mahasiswa . Pungutan yang dinilai memberatkan mahasiswa tersebut seperti uang kartu perpustakaan sebesar Rp 200 ribu, uang Toefl dari sebelumnya Rp 75 ribu menjadi Rp 300 ribu, uang pembayaran seminar proposal dan skripsi hingga uang biaya kebersihan penggunaan fasilitas kampus seperti aula rektorat, aula tarbiyah dan aula perpustakaan.

“Selain itu, kami juga minta penjelasan pihak kampus atas mangkraknya sejumlah pembangunan di dalam IAIN Curup,” jelas Muhadi yang merupakan Ketua Alinasi Mahasiswa IAIN Curup.

Dijelaskan Muhadi, beberapa pembangunan yang mangkrak atau terhenti yang menjadi sorotan para mahasiswa seperti pembangunan Akademik Centre yang tak selesai, kemudian tindak lanjut dari proses pembangunan masjid, hingga sejumlah sarana dan prasarana kampus yang dinilai masih banyak kekurangan dan kerusakan. “Kami juga meminta pihak kampus untuk bisa memasnag CCTV, sehingga meminimalisir terjadinya pencurian didalam kampus,” paparnya.

Dalam aksi tersebut, sebagian perwakilan mahasiswa melakukan pertemuan dengan pihak kampus dalam hal ini Wakil Rektor II Dr H Hamengkubuwono MPd, Wakil Rektor III Dr Kusen MPd dan sejumlah pejabat kampus lainnya. Setelah menggelar pertemuan akhirnya perwakilan mahasiswa dan perwakilan dari kampus sama-sama turun dan menjelaskan hasil pertemuan yang mereka lakukan.

Wakil Rektor II IAIN Curup, Hamengkubowo menjelaskan terkit dengan permintaan transparansi anggaran yang diminta para mahasiswa tidak, semua anggaran bisa mereka sampaikan ia mencontohkan untuk DIPA dan PNBP, dimana menurutnya kedua anggaran tersebut kerap dilakukan perubahan dan hal tersebut berdasarkan kewenangan dari rektor. “Kalau untuk dana hibah dari Pemprov Bengkulu sebesar Rp 2 miliar sudah kita gunakan untuk pembelian tanah dan dananya langsung dikirim ke rekening pemilik tanah,” sampainya.

Kemudian untuk pembangunan masjid menurut Hamengkubuwono saat ini masih delema, karena bila dilanjutkan pembangunan dilokasi sekarang bertentangan dengan masterplan IAIN Curup 10 tahun kedepan, sedangkan bila dibangun dibagian. Kemudian untuk melengkapi sarana dan prasarana kampus juga, menurut Hemengkubuwono juga sangat dilema, karena untuk meningkatkan sarana dan prasarana kampus tersebut tentunya nantinya akan dinaikkan iuran mahasiswa dan nantinya mahasiswa akan terbebani.

Meskipun para peserta demo menerima jawaban dari perwkailan rektorat, namun saat para mahasiswa meminta Warek II menandatangani tuntutan mahasiswa ia menolak, karena menurutnya tuntutan yang disampaikan mahasiswa tersebut bukan sepenuhnya menjadi kewenangannya, namun ia memberikan saran agar tuntutan tersebut disampaikan langsung dengan rektor saat rektor sudah kembali dari dinas keluar kota. “Kami meminta batas waktu 1 x 24 jam atas jawaban dari tuntutan yang kami sampaikan tersebut, bila tidak ada jawaban atau kepastian maka kami akan menggelar aksi dengan masa yang lebih besar lagi,” tegas Presiden Mahasiswa IAIN Curup Yoga Pratama Putra.(251)