Ratusan Ikan Mati Mendadak

1
LEBONG UTARA,BE РBeberapa warga yang berada di Jalan Bukit Harapan Kelurahan Kampung Jawa Kecamatan Lebong Utara pada Senin (4/8) lalu sekitar pukul 17. 30 WIB dihebohkan dengan matinya ratusan ikan secara mendadak dialiran Sungai Air Racun. Meskipun demikian kondisi ini dimanfaatkan warga  menangkap ikan yang mati tersebut untuk dikonsumsi. Selain itu, warga yang memiliki kolam ikan langsung berupaya memutuskan saluran air kolam, mengingat sumber air berasal dari sungai tersebut. Mereka takut ikan di kolamnya mati jika memasukkan air dari sungai tersebut. Belum diketahui secara pasti sebab dari kematian ikan ini, namun warga menduga ikan tersebut mati akibat putas (racun, red) meskipun diketahui jika di hulu sungai terdapat perusahaan tambang emas milik PT. Tansri Masjid Energi. Bahkan dari pantauan dilapangan pada Selasa (5/8) pagi kemarin masih terdapat beberapa bangkai ikan yang mengapung disungai tersebut.
Ashari (60) warga sekitar mengungkapkan, kejadian tersebut diketahuinya pertama kali saat ia melihat ikan yang berada di parit (siring, red) di belakang rumahnya sudah dalam kondisi mati dan mengapung. Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 17.30 WIB Senin (4/8) lalu. Setelah dicek, ternyata ikan yang berada di Sungai Air Racun yang tidak jauh dari rumahnya juga banyak yang mati. “Pertama saya sedang membersihkan sampah di siring belakang rumah sore kemarin (senin,red). Pas saya bersihkan saya lihat banyak ikan yang mati disana. Setelah saya cek memang air di siring ini berasal dari sungai air racun dan saat saya lihat di Air Racun juga ikan banyak yang mati. Melihat hal ini warga banyak yang menangkap ikan tersebut bahkan sampai jam 7 malam warga masih mencari ikan di air racun ini,” ungkapnya.
Dikatakannya, Ashari dirinya belum mengetahui secara pasti penyebab ikan yang berada di aliran sungai tersebut mati secara mendadak. Namun ia menduga jika ikan tersebut diputas (diracun, red) oleh orang yang tidak bertanggung jawab. “Di hulu sungai memang ada tambang emas milik PT TME, tapi katanya belum beroperasi. Mungkin ada orang yang mutas apalagi saat itu bau putasnya sangat menyengat,” kata Ashari.
Sementara itu warga lainnya Rahmat Jabo (42) mengatakan, saat mengetahui banyak ikan yang mati mendadak disungai tersebut, ia langsung menutup aliran air yang masuk ke kolam samping rumahnya. Hal ini dilakukan karena takut jika ikan di kolamnya akan ikut mati jika masih memasukkan air yang berasal dari sungai tersebut.
“Sore kemarin warga banyak yang heboh mengatakan ikan banyak mati di air racun. Melihat hal itu saya langsung menutup aliran air yang masuk ke kolam saya takut nanti ikan dikolam saya malah ikut mati jika memasukkan air dari sungai itu. Ini saja sampai sekarang (kemarin,red) airnya masih saya tutup,” jelas Rahmat.
Menanggapi Kejadian tersebut anggota DPRD Lebong M Gustiadi SSos mengharapkan agar dinas terkait seperti Dinas Perikanan dan Peternakan dan Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (BLHKP) Kabupaten Lebong segera turun ke lapangan, untuk mencari tahu penyebab dari matinya ikan yang berada di sungai tersebut. Apalagi, masyarakat sekitar masih sangat bergantung dari Sungai tersebut dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mencuci piring, baju dan lainnya.
“Kita harapkan dinas terkait untuk turun langsung dan segera mencari tahu penyebab kematian ikan ini. Apa memang karena zat kimia atau memang karena perubahan iklim yang terjadi. Jangan sampai nantinya timbul keresahan di masyarakat mengingat masyarakat sangat bergantung dengan air tersebut dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, ” singkat pria yang akrab disapa Edi Tiger ini.(777)¬†