Ratusan Hektar Sawah Terbengkalai

KOTA BINTUHAN, BE – Ratusan hektar lahan persawahan di Kecamatan Nasal, Kaur tepatnya di samping kawasan Balai Benih Ikan (BBI) Desa Suku Tiga, Tanjung Betuah, Ulak Pandan dan Merpas terbengkalai. Penyebabnya, rehabilitasi irigasi hingga saat ini belum juga selesai, sehingga air tersebut dimatikan sementara waktu sebelum rehab selesai. Sehingga minat warga tergabung dalam kelompok tani untuk menggarap lahan terhalang. Kondisi itu pun menjadi perhatian serius Wabup Kaur Hj Yulis Suti Sutri. Mengingat ada 200 hektar lebih sawah kini tidak bisa ditanami padi sebelum rehab selesai. Hal tersebut diungkapkan Kadis Pertanian Ir H Herwan saat dihubungi BE, kemarin (16/9). Dikatakanya, laporan para petani sudah ada masuk ke Dinas Pertanian, namun hal tersebut merupakan kewenangan Dinas PU Kaur. Karena penyebabnya justru bukan karena pertanian itu sendiri, tetapi kondisi rehabilitasi irigasi yang kini tidak kunjung selesai. “Awal September lalu, petani Nasal seharusnya sudah melakukan pembajakan sawah. Namun karena kondisi seperti ini mereka urung untuk bertani,” ujarnya. Disisi lain, salah satu kelompok tani Nasal, Wilda (56) mengatakan, beberapa kali pihaknya meminta PU untuk menghidupkan aliran air irigasi, namun tidak pernah ditanggapi. Alasanya sudah diberitahukan oleh kontraktornya. Namun rehab itu sudah 2 bulan lebih tak kunjung selesai. “Petani memperkirakan rehab itu selesai sekitar awal bulan September, sehingga pada waktu itu petani sudah musim bajak. Namun saat ini sudah tidak bisa melakukannya,” jelasnya. Akibat tidak digarap, lahan tersebut dipenuhi semak belukar. Melihat saluran irigasi dalam tak kunjung selesai itu, masyarakat lebih memilih bekerja tambang inkonvensional, nelayan, bertanam lada, atau menyadap karet, ketimbang mengolah lahan. Menyikapi hal tersebut, Kadis PU Kaur Jon Harimol Ssos didampingi Kabid Pengairan, Yunardi ST saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah menyikapi hal tersebut. Teruatama kontraktor yang mengerjakan rehabilitasi sudah dua kali mendapat teguran. Namun hingga kini belum juga ada jawaban untuk menyelesaikan pekerjaan. Jika ketiga kali tidak digubris, Yunardi mengatakan, pihaknya akan mem-blacklist kontraktor tersebut. Wabup Kaur Hj Yulis Suti Sutri mengatakan jelas hal ini persoalan yang menyangkut hidup, maka pihak Dinas PU harus benar-benar turun ke lapangan untuk mengatasi persoalan tersebut.(823)