Raskin Baru Tersalur 84,66 Ton

BENGKULU, BE – Perum Bulog Divre Bengkulu sejauh ini baru menyalurkan beras miskin (Raskin) sebanyak 84,66 ton atau setara dengan 3,90%. Sedangkan kebutuhan Raskin perbulannya di Provinsi Bengkulu mencapai 180,9 ton dengan jumlah Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) sebanyak 12.602. Kecilnya angka Raskin yang telah disalurkan tersebut dikarenakan banyaknya masyarakat pedesaan yang belum mengumpulkan biaya administrasi Raskin yang besarannya Rp 1600/Kg dan setiap TMSMP mendapatkan jatah Raskin 16 Kg/Bulan. Hal ini disampaikan Kabag Humas Perum Bulog Divre Bengkulu, Heriswan SE kepada BE, kemarin. Dia menjelaskan, Raskin tersebut telah disalurkan ke berbagai kabupaten/kota dalam wilayah Provinsi Bengkulu, kecuali Kabupaten Mukomuko sama sekali tidak disalurkan, karena Pemkab Mukomuko telah menolak jatah Raskin tersebut. Selain itu, masih ada 2 kabupaten lainnya yang belum disalurkan, yakni Kapahiang dan Lebong, karena belum menyerahkan biaya administrasi. Heriswan membeberkan, penyaluran tersebut mulai dilakukan Januari lalu di berbagai Kabuparen dan termasuk Kota Bengkulu. “Raskin sudah mulai kami salurkan dari bulan Januari lalu,” cetusnya.

Mengenai persentase penyaluran raskin di bebagai Kabupaten/Kota yakni, di Kabupaten BU sebanyak 3,27 %, Benteng 7,51%, Seluma 5,94%, BS 4,72%, Kaur 3,68% Rejang Lebong sebanyak 2,42% dan Kota Bengkulu berjumlah 9,01%. Dia mengungkapkan, Raskin yang terdia di gudang Bulog Bengkulu saat ini mencapai 72,03 ton. Untuk itu, masyakat RTSPM tidak perlu cemas, karena stok tersebut cukup untuk 4 bulan kedepan. “Kami memiliki stok Raskin cukup banyak dan diperkirakan aman untuk memenuhi kebutuhan raskin 4 bulan mendatang,” katanya. Ke depannya, pihaknya berencana menyalurkan Raskin tersebut ke Kabupaten yang belum mendapat bagian selama 2012 ini. Namun penyaluran tersebut tergantung dengan biaya admnistrasi yang dikumpulkan masyarakat. “Kami hanya menunggu, jika ada permintaa dan masyarakat telah melunasi biaya administrasi, maka beras siap kami kirim,” terangnya. Heriswan mengaku, pembagian Raskin di Provinsi Bengkulu belum berjalan normal, yakni dibagikan belum dilakukan setiap bulannya pada semua daerah. Untuk itu, dia berharap agar pihak terkait ikut membantu agar penyaluran 1 kali sebulan tersebut dapat direalisasikan. “Kami menginginkan raskin ini dibagi setiap bulannya, namun masyarakat pedesaan masih belum bisa memenuhi hal tersebut, sehingga pembagian Raskin cenderung tidak merata pada waktu yang sama,” ujarnya. (400)