Rasakan Sensasi Piknik di Objek Wisata Hutan Mangrove Bengkulu

Objek Wisata Hutan Mangrove terletak di kampung sejahtera, kelurahan sumber jaya, Kota Bengkulu.

 

BENGKULU, BE-Hutan mangrove Bengkulu resmi menjadi tempat wisata sejak 2018. Kawasan ini terletak di kampung sejahtera, kelurahan sumber jaya, Kota Bengkulu.Rasakan Sensasi Piknik di Objek Wisata Hutan Mangrove Bengkulu, karena saat ini menjadi satu destinasi wisata di Bengkulu yang sangat menarik.

“Sebelum diresmikan menjadi wisata, hutan mangrove ini dimanfaatkan untuk mencari lokan atau kerang,” ujar Indriani (40) bekerja sebagai coki perahu untuk mencari penumpang di wisata mangrove itu, Selasa (17/11).

Hutan mangrove ini disediakan kapal untuk mengelilingi sungai. Jumlah kapalnya berkisar 10 buah untuk hari biasa dan untuk sabtu minggu berkisar 15 buah tiap harinya. Harga tiket penyewaan kapal perkepala kecuali penumpangnya booking duluan kapalnya.
“Harga pasaran perorang Rp 20 ribu, kadang kalau orangnya banyak dikurangin menjaadi Rp 15 ribu perorang. Kadang juga penumpangnya nego harga yaa kita kasih,” katanya.


Untuk pengelolaan kapalnya, tidak ada campur tangan dari pemerintah. Jadi masing – masing punya kapal sendiri. jumlah setiap kapal bisa mencapai 20 orang per kapal.
“Kalau untuk kapal dari pemerintah dialokasikan untuk nelayan tetapi kapal viber ini cuma satu buah yang jalan atau yang berfungsi, yang lainnya tidak ada yang jalankan,” katanya.

Ia juga mengatakan, untuk jumlah yang datang di hutan mangrove sebelum dan setelah corona masih rame. Tapi waktu lebaran kemarin sepi dan seminggu setelah lebaran mulai rame seperti hari biasanya akan tetapi harus mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah. “Pendapatan saya setiap hari bisa mencapai Rp 270 ribu tergantung banyaknya orang yang datang. Karna banyak juga coki yang lainnya makanya cuma segitu dapat setiap harinya, kecuali untuk sabtu dan minggu banyak orang yang datang di wisata ini jadi pendapatannya berbeda dihari lainnya,” tutupnya. (mg4)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*