RAPBD-P Tanpa Program Prioritas

IST

BENGKULU, BE – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, tahun ini hanya melakukan kegiatan rutin pemerintah. Bahkan pada APBD Perubahan nanti, lima program prioritas tidak direalisasikan. RAPBD Pemprov Bengkulu kali ini tanpa program prioritas. Kepala Badan Perencanaan Pengembangan Daerah (Bappeda) Provinsi Bengkulu Isnan Fajri mengatakan, pada pembahasan APBD-P nanti, tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Provinsi Bengkulu hanya akan menyesuaikan pendapatan.

“Program strategis hanya menunggu pembahasan akhir APBD-P,” ujar Isnan kepada BE, Minggu (7/6).

Pembahasan APBD-P nanti, hanya tinggal finalisasi saja. Sebab, pada resurfing dan realokasi anggaran covid-19, telah dilakukan pembahasan anggaran.”Tinggal perbaiki, dari sisa rasionalisasi transfer pusat dan realisasi pendapatan atas dampak covid-19,” tambahnya. Artinya, lima pogram prioritas diantaranya, pengentasan kemiskinan dan meretas ketertinggalan, penguatan komoditas unggulan agromaritim dan hilirisasi. Lalu, pengembangan infrastruktur strategis dan industrialisasi, transformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi informasi dan visit wonderful bengkulu 2020, dilanjutkan pada APBD murni 2021. Alasannya, menurut Isnan, pendapatan asli daerah (PAD) provinsi tahun ini merosot drastis. “Informasi dari BPKAD, pendapatan setiap harinya merosot cukup tajam dari kondisi sebelum covid-19,” beber Isnan.

Kegiatan yang sudah dirancang diatur ulang sampai wabah covid-19 berakhir. Sebab, banyak anggaran pemprov dialihkan untuk penanganan atas dampak wabah covid-19. “Nanti kita atur ulang dikegiatan,” tegasnya.
Dari semua pembahasan APBD-P nanti muncul neraca anggaran yang tersisa. Anggaran itulah yang dibelanjakan sampai penutupan anggaran bulan Desember mendatang. “Pembahasan akhir di APBD-P, itulah neraca kita yang bisa kita belanjakan,” terang Isnan.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Bengkulu H Zainal SSos MM mengatakan, tidak hanya program prioritas yang tidak bakal terlaksana, tapi untuk realokasi dan refocusing APBD yang dipersiapkan untuk pencegahan dan penanganan pandemi covid-19 juga dipastikan bakal dilakukan penyesuaian.  “Penyesuaian yang dimaksud kita lakukan pada APBD Perubahan tahun ini. Kalau tidak dilakukan penyesuaian, bagaimana kita bisa mengetahui secara pasti anggaran realokasi dan refocusing yang dikabarkan totalnya mencapai Rp 30,8 Miliar untuk pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19 itu, diambil dari kegiatan mana saja,” terang Zainal. Melalui penyesuaian juga bisa diketahui berapa angka pasti nilai realokasi dan refocusing APBD tersebut. Termasuk juga penggunaannya untuk apa saja.

“Sebenarnya pasca ditetapkannya darurat pendemi Covid-19, eksekutif bisa saja langsung membelanjakan kebutuhan pencegahan dan penanganan, tetapi itu tadi harus ikuti mekanisme,” pungkasnya. (151)