Randa Akan Hijrah ke Jakarta

Ary/Bengkulu Ekspress Randa bersama kedua orang tuanya, pasca terhenti dari ajang LIDA sejumlah pekerjaan tengah menanti Randa yang juga memaksanya harus hijrah ke Jakarta
Ary/Bengkulu Ekspress Randa bersama kedua orang tuanya, pasca terhenti dari ajang LIDA sejumlah pekerjaan tengah menanti Randa yang juga memaksanya harus hijrah ke Jakarta

Rencana Randa Setelah Gugur di LIDA

Langkah Randa atau Ryaas Randa dalam kompetisi pencarian bakat Liga Dangdut Indonesia terhenti pada urutan keenam beberapa waktu lalu. Lalu bagaimana rencana Randa setelah gugur dari LIDA, berikut laporannya

Ari Apriko, Curup Tengah

NAMA Randa atau Ryaas Randa dalam beberapa bulan terakhir menjadi pembicaraan hangat masyarakat Bengkulu karena berhasil mengharumkan nama Bengkulu melalui ajang Liga Dangdut Indonesia (LIDA). Namun idola baru masyarakat Bengkulu khususnya masyarakat Rejang Lebong tersebut harus tersingkir saat sudah berada di 6 besar.

Meskipun panitia sempat memberikan harapan agar Randa bisa masuk dalam 5 besar melalui babak wild card. Namun harapan itu pupus, karena keputusan dewan juri tidak memilih Randa meskipun secara polling sms dan vote Randa menduduki pringkat paling atas.

Pasca benar-benar tersisih dari LIDA, Rabu (2/5/2018) kemarin Randa bertolak ke kampung halamannya di Kota Curup ibu kota Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. Setibanya di Bengkulu Randa menyempatkan diri bertemu dengan pemerintah Provinsi Bengkulu hingga akhirnya bertolak ke Kota Curup.

Selama perjalanannya dari Kota Bengkulu ke Kota Curup yang menempuh waktu 2 jam, Randa disambut oleh para penggemarnya, bahkan sampai di Kota Curup, Randa disambut oleh sejumlah komunitas untuk mengajaknya keliling Kota Curup dan singgah dirumah dinas Bupati Rejang Lebong untuk bertemu bupati sebelum kerumahnya.

Pulangnya Randa ke kampung halamannya tersebut mendapat sambutan meriah, dimana para pendukungnya banyak menunggu dipinggir jalan yang dilalui Randa, maupun menunggu dirumah dinas bupati dan kediaman orang tuanya. Bahkan gang yang dirumah orang tuanya penuh dengan para penggemar pelajar kelas II SMAN 4 Rejang Lebong tersebut.

Untuk mengetahui rencana Randa kedepannya setelah tersingkir diajang LIDA, Bengkulu Ekspress menyambangi kediaman orang tua Randa di komplek Perumahan BTN Air Bang, Kelurahan Air Bang Kecamatan Curup Tengah Kota Curup Kamis (3/5/2018) pagi. Kedatangan Bengkulu Ekspress langsung disambut oleh Randa bersama sang ayah.

Dalam kesempatan tersebut, Randa membagikan pengalamannya selama mengikuti ajang LIDA selama beberapa bulan terakhir. Dimana menurut Randa ada beberapa hal yang sangat berkesan yang ia dapatkan selama mengikuti ajang pencarian bakat tersebut, salah satunya mengenai pentingnya disiplin, karena menurutnya setiap hari jadwal mereka sudah tersusun rapi yang harus mereka ikuti sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan panitia.

“Yang paling saya rasakan adalah, bagaimana kami harus belajar disiplin, karena jadwal sudah ditentukan setiap hari mulai dari briefing hingga latihan, kalau ada satu jadwal yang kita telat, maka jadwal lainnya sudah dipastikan molor,” ungkap Randa mengawali ceritanya.

Kemudian menurut Randa, dengan mengikuti ajang tersebut, yang paling ia rasakan manfaatnya adalah peningkatan kemampuannya mengenai olah vokal yaitu bernyanyi, karena setiap harinya ia selalu dilatih oleh beberapa orang pelatih yang berbeda beda. Tentu saja karena latihan tersebut kemampuan dan bakat menyanyinya semakin meningkat.

“selain kemampuan menyanyi bertambah karena dilatih, kepercayaan diri saya juga meningkat, karena kita dilatih tampil didepan kamera yang disiarkan langsung secara nasional,” aku remaja kelahiran 30 Januari 2001 ini.

Kemudian untuk rencananya kedepan setelah langkahnya terhenti, Randa mengaku akan tetap fokus dalam dunia hiburan atau Entertainment baik bernyanyi, pemandu acara maupun dalam seni peran atau akting. Terlebih lagi Randa mengaku saat ini ia sudah dikontrak oleh pihak Indosiar selama 4 tahun kedepan, dimana sejumlah acara telah disiapkan untuk Randa.

“Saat ini jadwal yang sudah saya tau yang on air saat ramadhan nanti, kalau untuk off air belum dikasih tahu,” tambah anak ketiga dari empat bersaudara buah hari pasangan Hermsyah dan Lili Herawati tersebut.

Untuk tawaran manggung dan lainnya, menurut Randa yang akan kembali ke Jakar Minggu (6/5) pagi ini ia sepenuhnya menyerahkan kepada pihak Indosiar, karena ia masih terikat kontrak, bahkan karena ia sudah terikat kontrak, saat pulang kemarin sudah ada yang menawarkan kerjasama iklan produk, ia tidak berani menerimanya karena harus melalui pihak manajemennya. Karena akan fokus dalam dunia hiburan tersebut, Randa mengaku akan hijrah ke ibu kota, bahkan untuk sekolahnya sendiri, Randa mengaku sudah berencana akan pindah dari SMAN 4 Rejang Lebong dan pindah sekolah ke Jakarta, hanya saja ia mengaku belum tahu akan sekolah dimana.

Saat ditanya kesiapannya bila diajak Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong untuk manggung ke Rejang Lebong, Randa mengaku siap untuk hadir. Namun Randa meminta agar panggilannya untuk tampil di Rejang Lebong jangan terlalu mendadak. Ia meminta minimal 2 bulan sebelum pelaksanaanya sudah menghubungi Randa dan manajemennya, karena dikhawatirkan Randa sudah memiliki jadwal lain, dimana menurut Randa apabila sudah ada jadwal lain dan tidak ada halangan yang benar-benar mendesak, ia tidak bisa membatalkannya, karena bila dibatalkan maka ia bisa didenda dalam jumlah yang tidak sedikit.

“Kalau dipanggil tampil di Curup atau Bengkulu saya siap, tapi tolong dikasih tahu jauh-jauh hari, takut berbenturan dengan jadwal lain, selain itu karena saya sudah dikontrak selama 4 tahun maka semuanya ada ditangan manajemen, tapi kalau untuk tampil di Bengkulu saya akan bantu untuk membicarakannya,” terang Randa.

Sementara itu, Hermansyah ayah Randa mengaku sangat bersyukur atas pencapaian yang didapat anaknya. Bahkan ia mengaku sebelumnya tidak pernah membayangkan Randa bisa masuk posisi 6 besar dalam LIDA. Karena ia mengaku awalnya hanya target Randa bisa masuk TV sekali saja sudah cukup.

“Awalnya ita cuman berfikir bisa tampil di TV sekali saja, namun Alhamdulillah bisa masuk 6 besar,” aku guru SMPN 3 Rejang Lebong tersebut.

Atas Rencana Randa untuk hijrah ke Jakarta, Hermansyah mengaku akan merestui apa yang akan dilakukan sang anak, terlebih lagi apa yang dilakukan anaknya tersebut positif. Ia cuman berpesan kepada Randa untuk benar-benar menjadi seorang entertain yang mempunyai kapasitas positif. Ia benar-benar mewanti-wanti Randa agar tidak lupa diri terlebih lagi menjadi sombong.

“Yang paling saya pesankan pada Randa nanti jangan pernah dan jauhi yang namanya sombong, karena kita dibesarkan oleh masyarakat,” pesan Hermansyah.(**)