Rampok Sikat Brankas BPBD Berisi Uang Rp 40,3 Juta

GADING CEMPAKA, BE – Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu benar-benar dirundung masalah. Belum kelar urusan dugaan perkara korupsi terkait pembangunan gudang logistik, kemarin, kantor itu dibobol kawanan bandit.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul antara pukul 18.00 – 19.15 WIB itu membuat uang instansi tersebut senilai Rp 40,3 juta raib. Uang itu diangkut bersama brankas seberat 75 Kg.

Tim indentifikasi Polres Bengkulu dan Polsek Gading Cempaka langsung terjun melakukan olah TKP saat mengetahui peristiwa tersebut. Kuat dugaan para pelaku sangat mengenali situasi kantor tersebut dan ruang penyimpanan uang. Pasalnya saat kejadian kondisi kantor tengah sepi dan masa waktu pergantian shift bergantian security. Diketahui saat siang hari, penjagaan dilakukan Dwi dan Wawan. Namun sebelum pukul 18.00, Wawan lebih dulu meninggalkan lokasi karena memang rumahnya tidak jauh dari kantor tersebut. Sedangkan Dwi yang melakukan penjagaan terakhir mengaku telah menutup seluruh pintu. “Semua pintu sudah saya kunci,” kata Dwi.

Saat pukul 19.15, Sayip yang melakukan penjagaan berikutnya bersama Jaelani sangat terkejut ketika melihat pintu depan mengalami kerusakan dan kondisinya terbuka. Spontan mereka berdua langsung melakukan pengecekan satu per satu ruangan.  Ketika melakukan pengecekan di ruang keuangan keduanya tak lagi melihat adanya brangkas yang biasa terletak di sebelah lemari. Spontan langsung melaporkan kejadian tersebut.

Tak hanya aparat kepolisian yang turun ke lokasi. Unsur pimpinan dan pegawai kantor tersebut juga datang ingin mengecek langsung kejadian.

Berdasarkan analisa sementara pelaku diketahui berjumlah lebih dari 2 orang. Terlihat bagaimana pelaku memindahkan brangkas dari ruangan menuju mobil. Uang dalam brankas itu diketahui Rp 24,3 juta untuk biaya rutin kantor dan Rp 16 juta untuk laporan prognosis/bulanan.

Tak hanya itu saja, 6 pintu kantor mengalami kerusakan. Mulai dari pintu utama, pintu kepala pelaksana, sekertaris, keuanagan, bidang rehab rekan, dan tanggap darurat.

“Kita masih belum bisa menyimpulkan. Namun pelaku nampaknya memang sudah mengetahui seluk beluk Kantor BPBD,” ungkap Kapolres Bengkulu, AKBP H Joko Suprayitno SST MK melalui Kapolsek Gading Cempaka AKP Mayndra Eka Wardhana.
Sementara Kasat Reskrim Polres Bengkulu AKP Imam Wijayanto SIK yang ikut turun ke lapangan mengaku masih melakukan pengembangan kasus. “Saksi akan kita periksa terlebih dahulu,” ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris BPBD Provinsi, Damin SE MSi menegaskan pihaknya menyerahkan kasus ini untuk diusut aparat kepolisian. Ia pun berharap pelakunya bisa diungkap.”Pelaku nampaknya terus mencari tempat brankas dengan membongkar pintu satu persatu,” jelasnya. (160)