Rampok Jalur Bengkulu-Linggau Harus Ditumpas

Danrem: Kalau Tidak Bisa Berarti Saya Tidur

BENGKULU, BE – Aksi kriminalitas di jalur Bengkulu-Lubuk Linggau beberapa pekan ini semakin meningkat. Serentetan perampokan terus terjadi kawasan tersebut tanpa pandang buluh dan tak mengenal libur. Tak terhitung lagi jumlah korban maupun kerugian materi yang terjadi. Saking brutalnya anggota TNI yang melintas pun juga dijadikan sasaran kawanan bandit.

Kondisi ini membuat Danrem 041 Gamas Bengkulu Kolonel Teguh Pambudi prihatin. Ia pun kibarkan bendera perang terhadap aksi rampok dan pemalakan di kawasan tersebut.”Orang Lubuklinggau mau ke Bengkulu takut, tavel-travel juga takut. Kebetulan ada anggota TNI juga yang kena. Saya tidak bisa membayangkan dengan TNI aja berani, apalagi dengan masyarakat biasa,” katanya kepada wartawan di ruang kerjanya, kemarin.

Danrem menegaskan, akan menindak tegas siapapun yang melakukan kriminalitas di jalur Bengkulu-Lubuklianggau itu. Ini demi memberangus tindakan melawan hukum seperti perampokan dan pemalakan. “Saya bertekad akan menindak tegas dengan risiko apapun,” tandasnya.

Ia pun secara gamblang mengutarakan negara tidak boleh kalah dengan perampok danĀ  penjahat. Sudah saatnya kriminalitas dan perampokan di kawasan itu harus diakhiri. “Polisi dan TNI telah berkoordinasi. Kita akan menindak tegas pelaku kejahatan. Hukum harus jadi prioritas,” ucapnya.

Koordinasi dan pencegaan harus dilakukan segera, untuk menciptakan kenyamanan masyarakat yang melintasi jalan Bengkulu-Lubuklinggau, yang akhir-akhir marak terjadi tindakpidana kriminalitas. “Jangan seolah-olah ada pembiaran. Harus diantisipasi dengan baik. Bila masih ada kejadian perampokan lagi, saya dan Kapolda akan menindak tegas. Sekali lagi, perampokan dan apapun bentuknya yang melanggar hukum harus diakhiri,” tegasnya lagi.

Ditegaskannya, dalam rangka mendukung pembangunan, gangguan keamanan harus ditekan. “Saya tidak akan ragu, melakukan tindakan tegas. Jabatan saya taruhannya. Kalau saya tidak bisa menekan kriminalitas itu, berarti saya tidur di sini. Kalau perampokan terus terjadi, berarti saya hanya pindah tidur saja di Bengkulu ini,” tandasnya lagi.

Dirinya juga mengimbau agar instansi-instasi lainnya, juga ikut berperan aktif dalam menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat. “Kita perlu sama-sama agar bisa tertib,” katanya.

Danrem juga memerintahkan anggota TNI agar melawan bila ada perampok yang menghampirinya. Ia melarang anak buahnya itu menyerah dengan kawanan perampok. “Kepada anggota saya, kalau ada perampokan di jalan (Bengkulu-Lubuk Linggau), saya perintahkan melawan. Lebih baik lapor mati, dari pada menyerah dengan perampok,” tegasnya. “Saya hormat kepada anmggota saya yang berani melawan. Bahkan, anggota saya yang berani melawan 10 perampok beberapa hari lalu, saya beri penghargaan untuk sekolah.”

Danrem memohon dukungan kepada semua lapisan masyarakat Bengkulu agar kejadian perampokan danĀ  kriminalitas di jalur Bengkulu-Lubuk Lingga berakhir. “Saya tidak takut ada teror apapun kepada saya. Saya akan fokus menangani daerah tersebut supaya aman. Tokoh masyarakat, pemerintah daerah, semua pihak lapisan masyarakat agar ikut berpartisispasi,” imbuhnya.

Kapolda Nilai Kondusif
Sementara itu Kapolda Bengkulu Brigjen Pol A.J Benny Mokalu dikonfirmasi wartawan mengklaim jika kondisi wilayah yang akan diusulkan sebagai bakal calon kabupaten Lembak itu kondusif dan aman. “Kondisi jalan lintas Curup-Lubuklinggau aman dan kondusif,” kata Kapolda saat menghadiri Deklarasi anti Narkoba dan Ikrar Anti

Tawuran yang diikuti ratusan pelajar di lapangan Setia Negara Curup, kemarin
Sebagai upaya menjaga keamanan di jalan lintas tersebut, kepolisian mengintensifkan patroli secara rutin termasuk kegiatan sambang desa bahkan penindakan tegas pada pelaku kejahatan. “Berbagai kegiatan menciptakan kamtibmas tersebut, dilakukan untuk terus menciptakan kondisi yang aman di wilayah tersebut,” tutur Kapolda.

Gambaran kondisi Lembak yang aman juga disampaikan Bupati Rejang Lebong H Suherman SE MM pada kegiatan serupa. Bupati mengaku aktivitas kejahatan yang terjadi di jalan lintas Curup-Lubuklinggau sedikit berkurang paska kepemimipanan Kapolres yang baru. Meskipun masih ada, namun jumlahnya tidak sebanding dengan tahun-tahun
sebelumnya.

“Sejak kepemimpinan Kapolres baru, tindak kejahatan sudah mulai berkurang meski masih ada beberapa kali tindakan kejahatan di jalan raya tersebut,” tuturnya.

Bupati berharap, kerjasama antara kepolisian, masyarakat dan TNI
terus ditingkatkan untuk memberikan rasa nyaman terutama masyarakat
umum yang melintasi jalan tersebut. “Kita sadari bersama, wilayah Lembak
sempat terjadi gejolak sehingga diharapkan ke depan akan terus makin
kondusif,” harap Bupati. (999/100)