Rampok Gasak Rp 238 Juta

RATU SAMBAN, BE – Ada baiknya kewaspadaan terus ditingkatkan. Para pelaku kejahatan setiap hari terus memantau dan mencari korban berikutnya. Seperti yang menimpa Elman Purnama (42), pengusaha mobil bekas yang berdomisili di Jalan Meranti Raya No 16 Sawah Lebar, kemarin (7/2). Uang miliknya senilai Rp 238 juta yang tersimpan di mobil Toyota Fortuner warna hitam diembat kawanan rampok. Modusnya menggembosi ban mobil. Padahal uang itu rencananya akan ditabung. Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.00 WIB di depan showroom mobil milik korban di jalan Meranti Raya, Sawah Lebar. Korban awalnya membawa uang tersebut ke BRI Lingkar Timur untuk ditabungkan. Namun setelah mengisi slip penyetoran, ternyata korban lupa membawa buku tabungan. Uang itu sendiri baru ditarik dari bank Senin lalu (6/2).

Elman pun pulang ke rumah dan showroomnya. Uang itu disimpan di dalam tas dan diletakkan di bawah jok mobil. Sesampai di rumah Elman turun dari mobil tanpa menguncinya. Niatnya untuk menabung di BRI diurungkan, tapi berencana ke BCA. Belum sempat beranjak dari rumah, Elman melihat ban belakang bagian kanan mobilnya kempes. Saat akan mengambil dongkrak di mobil, Elman pun terkejut uangnya sudah tidak ada lagi. Diduga kawanan bandit mengambil uang tersebut saat Elman masuk ke rumahnya mengambil buku tabungan. Apalagi saat itu mobil dibiarkan tidak terkunci. “Rencana uang itu langsung aku masukkan ke rekening. Tapi karena buku tabungan aku tinggal maka aku jemput ke showroom lagi,” ujar Elman.¬†Korban menduga dirinya sudah diikuti kawanan rampok. “Pasti sudah dibuntutinya aku tadi dari Jalan Panorama. Kalau gak dari mana orang itu tau aku bawa uang. Memang waktu aku di persimpangan tadi memberikan sumbangan dan tidak mengetahui secara persis yang mengikuti,”terangnya¬†Kapolsek Ratu Agung AKP Agus Istiqlal MZ beserta Kasat Reskrim Polres Bengkulu AKP Gunar Rahadyanto SIK menduga korban selama berada di BRI telah dibuntuti kawanan pelaku. Sejauh ini tak ada satu pun warga yang mengetahui kejadian tersebut.”Kita masih pelajari kasus ini dan memeriksa saksi-saksi,” katanya.¬†Sementara itu Kasat Reskrim AKP Gunar Rahadyanto SIK meminta kepada warga yang melakukan aktivitas dan berhubungan dengan uang dalam jumlah banyak untuk bersedia meminta pengawalan kepolisian. Pihaknya juga tidak membutuhkan bayaran melakukan pengawalan tersebut, melainkan menciptakan rasa aman saja kepada pelaku-pelaku pengelola keuangan tersebut.(333)