Rampok Bersenpi Gasak Rp 575 Juta

MUKOMUKO, BE – Aksi perampokan semakin ganas dan gencar. Setelah 2 rentetan peristiwa di Kota Bengkulu, kemarin (2/2) kawanan rampok bersenjata api (Senpi) beraksi di Mukomuko. Uang senilai Rp 575 juta berhasil dirampas. Uang itu milik 2 perusahaan pemasok sawit; Putra Sakti Rp 400 juta dan Bima Sakti Rp 170 juta serta uang securiti atas nama Sukarli sebesar Rp 5,5 juta dan 2 unit handphone. Kawanan rampok yang diduga berjumlah 6 orang itu terbilang ganas dan berani. Mengingat kantor 2 perusahaan yang dirampok itu terbilang ramai di pinggir jalan lintas barat (Jalinbar) tepatnya berada di simpang PT Karya Sawit Indomas (KSM) Desa Tanjung Alai, Lubuk Pinang. Berada di sebelah kantor tersebut ada rumah makan tempat berkumpulnya sopir pengangkut tandan buah segar (TBS). Peristiwanya pun pagi hari sekitar pukul 09.45 WIB. Tak hanya itu, 7 orang yang berada di kantor tersebut; Agus, Haris, Dedi, Yoga, Heri, Budi dan Sukarli ditodong tak berkutik. Bahkan 2 orang diantaranya Dedi dan Sukarli harus terluka. Dedi di bagian telinga akibat ditendang dan Sukarli terkena terjangan pada bagian belakang dan luka pada pipi sebelah kiri yang diakibatkan dipukul para perampok menggunakan senpi.

Sekuriti perusahaan tersebut Sukarli ketika dikonfirmasi BE di lokasi kejadian mengatakan saat itu ia dan rekan lainnya tengah berkumpul. Ada yang di kantor dan ada pula yang duduk duduk di warung makan. Tiba-tiba datang kawanan perampok menutup setengah wajahnya menggunakan seperti sejenis kain. Bandit itu langsung menodong senpi dan menyuruh mereka untuk tiarap. “Saat yang lainnya tiarap, saya tidak. Oleh kawanan perampok itu saya dipukul dan diterjang yang kemudian barulah saya mengikuti perintah kawanan perampok tersebut,”akunya.
Menurut Sukarli gerakan para perampok itu sangat cepat. Mereka terlihat sangat mengetahui di mana saja tempat uang tersebut berada. Hanya sekitar 5 menit saja uang yang ada di laci ada berhasil dibawa kabur uang ratusan juta rupiah. Tak hanya itu, uang Sukarli sebesar Rp 5,5 juta dan dua telepon genggam ikut dibawa kabur.
Kawanan perampok kabur menggunakan 2 unit sepeda motor besar dan 1 unit motor bebek. Kawanan perampok itu kabur ke arah Desa SP9 Kecamatan XIV Koto. “ Saat itu kawanan perampok sempat saya kejar dan kabur ke arah desa SP9. Dan peristiwa itu telah dilaporkan kepihak berwajib,” pungkasnya.
Kakan Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Mukomuko, Abu Hasan Rusli SPd membenarkan peristiwa yang sangat menggegerkan warga Mukomuko. Menurut Abu, peristiwa itu dikarenakan kelalaian pengurus SPS dan aparat penegakan hukum. “ Sebenarnya keresahan diwilayah Lubuk Pinang ini sudah cukup lama, seperti beberapa Minggu lalu perampokan juga pernah terjadi dan saat ini hal yang sama terulang dan lebih galak. Tak hanya uang yang raib melainkan wargapun menjadi korban kekerasan,”cetusnya.
Ia mengharapkan bagi pengurus SP tersebut dapat lebih berhati-hati dan kepada pihak penegak hukum untuk lebih ketat memberikan pengawasan dan control khususnya diwilayah Kecamatan Lubuk Pinang dan sekitarnya,” pungkas Abu.
Di tempat terpisah warga Kecamatan Lubuk Pinang sekaligus Anggota DPRD Mukomuko Adrizon meminta supaya pihak kepolisian lebih meningkatkan dan memperketat pengamanan diwilayah tersebut. Sebab Lubuk Pinang salah satu daerah yang rawan. “ Setahu saya kejadian perampokan ini bukan yang pertama kali. Begitu juga dengan aksi para kawanan maling pun sudah sangat meresahkan masyarakat. Kita harap polisi perketat pengamanan,” tegas politisi PKB itu.
Kabag Ops Polres Mukomuko Kompol Julius Hadi mengatakan saat ini kasus perampokan itu tengah dilakukan pengejaran oleh anggota di lapangan. “ Perampokan yang informasinya menggunakan senpi itu tengah kita dalami dan masih dalam pengejaran anggota,”singkatnya. (900)