Ramai-ramai Pindah ke RM, Tim SBN Kian Rapuh

Foto_BE

UJH dan Kanedi Hadiri Pertemuan Sudirman Ail

BENGKULU, BE – Gubernur Bengkulu demisioner, Junaidi Hamsyah (UJH), mantan Walikota Bengkulu Ahmad Kenedi, serta sejumlah tokoh penting Bengkulu lainnya, hadir dalam pertemuan yang digagas oleh Irjen Pol. (Purn) Sudirman Ail di sebuah rumah makan di Bengkulu, Kamis (3/12). Para tokoh ini adalah bagian dari keluarga, sahabat, dan jaringan yang dulu mendukung Sudirman Ail saat mengikuti kontestasi politik 5 dan 10 tahun lalu, saat maju sebagai calon gubernur Provinsi Bengkulu. Pertemuan tersebut adalah perwakilan dari 9 Kabupaten dan satu Kota se Provinsi Bengkulu.

Sudirman Ail yang telah memberikan dukungan kepada pasangan Ridwan Mukti dan Rohidin Mersyah itu menjelaskan, dirinya merasa terpanggil untuk kembali ke Provinsi Bengkulu, yang akan menggelar Pemilukada agar ke depan Bengkulu benar-benar dipimpin oleh tokoh yang kompeten, punya kapasitas, dan punya kemampuan untuk menjadikan bengkulu lebih maju.

“Tidak ada kepentingan pribadi dan ambisi, saya hanya berbuat yang terbaik untuk keluarga dan masyarakat, untuk menyampaikan analisa pemilihan gubernur untuk kemajuan Bengkulu kedepan,” tegas mantan Kapolda Jabar itu. Dirinya juga mengamati proses sosialisasi, antara lain yang dilakukan Imron Rosyadi, Ridwan Mukti, Junaidi Hamsyah, Sultan, Bando Amin, hingga sekarang saat menjelang pemilihan gubernur 9 Desember mendatang.

“Saat survei terdahulu sebelum penetapan calon, RM adalah calon terkuat, disusul Junaidi, Imron, Ichwan, Bando dan terakhir Sultan,” ungkapnya. Survei dilakukan oleh pihak yang kompeten untuk melihatkan masyarakat dan parpol bahwa inilah yang urutan yang terbaik.

“Tapi realita politik, hanya 2 kandidat yang maju, head to head, dan pastinya banyak yang kecewa, harus kita terima” ungkapnya sambil mengungkapkan bahwa dirinya berharap Junaidi masih bisa maju. “Saya tidak sepenuhnya tulus menerima, tapi yakinlah masih ada dunia lain yang lebih utama” terangnya disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Dijelaskan, ia mengamati calon saat ini yang akan dipilih pada 9 desember. Mulai saat blusukan, penetapan oleh Parpol, sosialisasi, hingga debat kandidat sampai sekarang. Ditegaskan oleh pak Dirman, bahwa masyarakat sudah melihat siapa yang terbaik diantara keduanya, ungkap tokoh asal Seluma yang dua hari sebelumnya menyempatkan makan siang dan jumpa pers didampingi Ridwan Mukti dan Rohidin di restoran Inga Raya, Bengkulu.

“Kalau diibaratkan tinju sudah ketahuan mana yang petinju seperti Muhammad Ali atau Mike Tyson dan mana petinju amatir” tambahnya yang disambut tawa peserta pertemuan. Sudirman juga mengungkapakan rasa terima kasih dan bangganya kepada simpatisan, keluarga dan pendukungnya yang dulu memilihnya tanpa uang dan iming-iming materi, sehingga mendapatkan dukungan 200 ribuan suara.

“Karena itu saya menyampaikan, gunakan hak pilih saudara dan sahabat keluarga untuk Bengkulu yang maju, sejahtera, dan jauh lebih baik dari saat ini” pungkasnya.

Ramai-ramai Pindah ke RM, Tim SBN Kian Rapuh

Menjelang hari pencoblosan Ridwan Mukti-Rohidin Mersyah terus menguat, selain dukungan dari berbagai komunitas yang setiap hari terus bergulir, dari tim inti SBN-Mujiono berbondong-bondong balik arah dukung nomor urut 1. Pada 9 November lalu 360 tim inti SBN Kabupaten Lebong yang sejak 2005 lalu merupakan loyalis Agusrin balik arah dukung RM, berlanjut keesokan harinya tim inti SBN Kabupaten Bengkulu Utara juga ikut balik haluar deklarasi dukung RM-SATU, disusul tim SBN dari Kabupaten Kaur juga ikut berbalik dan yang terbaru, Rabu 2/12 350 tim inti SBN-Mujiono se kabupaten Mukomuko yang terdiri dari korcam dan kordes balik haluan dukung pasangan nomor urut 1, Ridwan Mukti-Rohidin Mersyah, bahkan termasuk saksi TPS juga menarik diri dari tim pasangan SBN-Mojiono.

Aziz merupakan loyalis Agusrin yang juga penanggung jawab tim pemenangan Sultan-Mujiono Kabupaten Lebong pada Pilkada serentak tahun ini, menjelaskan perpindahan haluan tim Sultan-Mujiono ke pasangan RM-SATU ini bukan tanpa alasan, menurut Aziz Bengkulu harus berubah dan perubahan itu dapat tercapai jika Ridwan Mukti-Rohidin Mersyah menjadi pemimpin Bengkulu. “kita siap move on, kita sanak tetap sanak tapi pilihan Gubernur saat ini saya yakinkan untuk nomor 1” ujarnya di Talang Leak Kabupaten Lebong, 9 November lalu.

Begitu juga dengan tim inti SBN Kabupaten Bengkulu Utara. Tim inti SBN dari Bengkulu Utara ini dengan ikhlas dan tanpa paksaan maupun bujuk rayu dari pihak manapun, mereka datang dengan ketetapan hati untuk sama-sama berjuang memenangkan pasangan RM-SATU pada Pilkada 9 Desember mendatang. “Kami Tim Inti SBN dengan sungguh-sungguh mengalihkan dukungan dan siap memenangkan RM SATU pada Pilkada nanti. Sebab, kami meyakini hanya pasangan RM SATU yang mampu memajukan Provinsi Bengkulu ke depan,” ujar Khaidir penuh semangat beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, tim SBN dari Kabupaten Kaur juga mengikuti jejak tim SBN lalinnya, ikut berbalik dukung pasangan RM-SATU. Menurutnya setelah membaca komitmen dan pola kampanye yang dilakukan psangan nomor urut 1 lebih arif dan lebih meyakinkan dalam rangka membangun Bengkulu yang lebih baik.

Kabar terbaru, setelah melihat visi misi dan 3 kali debat kandidat beberapa hari yang lalu tim inti SBN se Kabupaten Mukomuko serempak balik arah dan deklarasi siap memenangkan pasangan RM-SATU, Ridwan Mukti Rohidin Mersyah. Adnan menjelaskan, “Saya selama 7 bulan bersama tim bergabung dengan tim SBN, di 3 bulan terakhir saya juga sempat melakukan kampanye hitam dengan menyebarkan koran yang memburukkan RM. Awalnya kami sangat getol, tapi setelah melihat debat kandidat, melihat visi misi, kami terasa terpanggil dan memutuskan untuk pergi dengan uang pribadi ke Musi Rawas. Setelah kami lihat sendiri ke Musi Rawas, ternyata tidak sesuai dengan isi koran itu, koran itu ternyata semua bohong, tidak benar dan fitnah. Musi Rawas ternyata maju dipimpin oleh RM selama 10 tahun,” ujar Adnan

Lebih lanjut, Adnan menjelaskan, “Saya tim SBN dan sekaligus sebagai penanggung jawab bersama dengan para tim SBN lainnya, untuk bersama-sama memenangkan Ridwan Mukti dan Rohidin Mersyah untuk menjadi Gubernur Bengkulu, saya pribadi terlebih dahulu melakukan berkoordinasi dengan tim kordes dan korcam, untuk menyampaika sikap. Setelah mendapat kesepakatan, kami nyatakan bergabungan untuk menangkan RM. Kami tidak ada unsur paksaan untuk mendukung RM, memang niat dari hati kami semua,” ujarnya pria yang kini berumur 50 tahun ini. (151)