Ramadan, Stok Trombosit di PMI Kritis

BEKASI SELATAN – Selama Ramadan, stok trombosit golongan darah AB di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bekasi mengalami kekosongan. Sedangkan, stok trombosit lainnya menipis.

Kepala Markas PMI Kota Bekasi, Suharto mengatakan, saat ini PMI hanya mempunyai stok untuk trombosit golongan darah A sebanyak 5 kantong, golongan darah B ada 2 kantong dan golongan darah O ada 5 kantong. “Trombosit golongan darah AB tidak ada,” ujar Suharto di kantornya, Jumat (12/7).

Menurut dia, menipisnya trombosit terjadi karena menurunnya jumlah pendonor selama Ramadan ini. Trombosit kata dia, merupakan komponen dalam darah yang diurai. “Permintaan biasanya meningkat di musim hujan, atau seiring merebaknya DBD (Demam Berdarah Dengue),” katanya.

Kendati demikian, pihaknya mencari solusi dengan meminta keluarga pasien jadi pendonor. Menurut dia, trombosit bisa diurai dari darah yang baru diberikan pendonor. “Darah harus masih segar, itu yang membuat stok (trombosit) sedikit,” jelasnya.

lebih lanjut kata dia, selain stok trombosit yang menipis, stok darah di kantor PMI Kota Bekasi juga diperkirakan hanya mampu memenuhi permintaan hingga pertengahan bulan Ramadan.

Saat ini, stok darah yang tersedia diantaranya untuk golongan darah A ada 226 kantong, golongan darah B ada 206 kantong, golongan darah O ada 516 kantong dan golongan darah AB ada 59 kantong.

“Stok darah itu kami dapatkan dari berbagai kegiatan sebelum bulan Ramadan. Kalau sekarang kami mengandalkan pendonor non muslim,” katanya.

Menurut dia, selama Ramadan terdapat 5 hingga 9 pendonor yang datang untuk donor, berbeda dengan hari biasa. Pihaknya dapat mengumpulkan sebanyak 50-100 kantong.

Untuk mengatasi itu, PMI menjalin kerjasama dengan sejumlah gereja di Kota Bekasi. Selain dengan gereja, PMI Kota Bekasi juga akan menggelar berbagai kegiatan donor darah di Islamic Center, Masjid Al-Barkah dan Markas TNI AD Tadjimalela 202.

Dikatakan dia, kebutuhan darah pada hari normal setiap bulan mencapai 1.200 kantong. Saat ini permintaan darah rata-rata mencapai 40 kantong setiap hari. Di bulan ramadan ini diperkirakan permintaan baru akan meningkat pada musim mudik.

PMI Kota Bekasi selama ini melayani permintaan darah dan trombosit dari berbagai daerah baik di Bekasi, Jakarta, Bogor, Karawang hingga Purwakarta. Untuk setiap satu kantong darah atau trombosit yang diminta, PMI mengenakan biaya pengganti pengelolaan darah.

“Per kantong darah rumah sakit atau pasien yang membutuhkan kami kenakan biaya Rp250 ribu. Kami tidak jual darah, itu hanya biaya untuk pengganti pengelolaan darah,” tandas Suharto. (adi)