Ramadan, Pendap Bengkulu Masih Digemari

 

 

Foto/Ist Pendap Bengkulu yang banyak disukai, termasuk saat Bulan Ramadan.
Foto/Ist Pendap Bengkulu yang banyak disukai, termasuk saat Bulan Ramadan.

Pendap Bengkulu Yang Disukai Masyarakat Bengkulu

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Pendap merupakan kuliner khas Bengkulu, yang sampai saat ini masih banyak digemari masyarakat. Saat bulan ramadan, ternyata pendap masih banyak dicari para penggemarnya masyarakat Bengkulu, bahkan dari luar Bengkulu.

Bentuk pendap sekilas menyerupai pepes ikan pada umumnya. Padahal dari bahan dan rempah-rempah, serta cara memasaknya sangat berbeda.

“Banyak orang luar Bengkulu bilang ini pepes. Padahal mirip saja. Banyak yang sudah beli, besoknya beli lagi,” ungkap Ratna, salah seorang penjual pendap di kawasan Jalan Tanjung Agung, Kota Bengkulu ketika di kunjungi bengkuluekspress.com, Rabu (23/5/18).

Jika pepes ikan dibuat dengan berbagai rempah dan dibungkus daun pisang, lalu dibakar atau dikukus. Pendap bahan utamanya ikan yang harus difermentasi terlebih dahulu. Lalu ikan tersebut dicampur beberapa rempah dan dilumuri parutan kelapa yang masih muda.

Selanjutnya bahan utama ini dibungkus dengan beberapa lapis daun talas. Daun ini nantinya ikut dimakan bersama lauk utama yang terbungkus di dalamnya.

“Berbeda dengan pepes yang hanya butuh waktu 30 menit sampai satu jam dipanggang atau kukus. Kalau pendap membutuhkan waktu cukup lama, pengukusannya sampai 8 jam. Inilah yang bikin pendap tahan sampai 3 hari,” lanjutnya.

Sebungkus pendap yang bisa dinikmati 3-5 orang ini dihargai cukup murah, hanya Rp 10 ribu.

Ketika Ramadan, tambah Ratna, pembeli pendap dagangannya meningkat dibanding hari biasa. Karena pendap cocok sebagai lauk untuk hidangan berbuka puasa ataupun sahur. (Imn)