Rakor Pembangunan Perhubungan

EKO/Bengkulu Ekspress
AKSES: Plt Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah membuka secara resmi rakor pembangunan perhubungan di Grage Hotel Bengkulu, Kamis (13/9).

Gagas Rute Penerbangan Malaysia dan Singapura

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu sudah resmi di kelola oleh PT Angksa Pura II. Peralihaan status bandara menjadi bandara internasional itu secara otomatis terjadi. Berbagai persiapan dilakukan. Termasuk menambah jumlah penerbangan, baik itu lokal, nasional maupun keluar negeri.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah menggagas beberapa rute penerbangan baru. Seperti penerbangan ke luar negeri, akan dibuka dengan tujuan Negara Malaysia dan Singapura. “Ini yang kita jajaki, agar semua terkoneksi,” terang Rohidin kepada Bengkulu Ekspress, usai membuka rapat koordinasi (rakor) pembangunan perhubungan di Grage Hotel Bengkulu, kemarin (13/9).

Dijelaskannya, dengan adanya penerbangan langsung ke negara Malaysia dan Singapura, dipastikan penerbangan itu akan ramai. Mengingat seperti di Malaysia saja, banyak orang asli Bengkulu dari suku Lembak. Belum lagi di Negara Singapura, hubungan bisnis dan tenaga kerja yang ada di negara itu juga banyak. “Di Malaysia itu banyak orang kita, orang lembak. Jadi mereka bisa lebih mudah pulang ke kampung halaman,” paparnya.

Tidak hanya penerbangan ke luar negeri, tapi penerbangan dalam negeri juga ditambah. Jika sebelumnya sudah menambah penerbangan Sumatera Selantan (Sumsel), Lampung, Padang, Pekan baru, Jambi dan Jakarta. Provinsi Bengkulu juga akan menambah penerbangan langsung ke Bandung dan Jogjakarta. Termasuk ke Sumatera Utara (Sumut). “Kita jajaki semua termasuk penerbangan di lokal Bengkulu. Agar tranportasi itu bisa terjamin,” tambah Rohidin.

Rohidin juga menergetkan, tahun depan rencana itu sudah bisa direalisasikan. Mengingat saat ini, proses peralihaan aset bandara, dari Kemenhub ke Angkasa Pura II masih dilakukan. Jika sudah siap semua, maka rute itu harus segera disiapkan,” pintanya.



Sementara itu, bukan hanya bandara, untuk pelabuhaan Pulau Baai Bengkulu juga harus diidorong menjadi pelabuhaan utama di Pulau Sumatera. Begitupun pembangunan jalan tol, kereta api juga tahun ini dikejar, agar tahun depan sudah bisa dilakukan pengerjaan.

Dengan perbaikan semua sarana perhubungan itu, maka nantinya akan bermuara pada peningkatan daya saing daerah, perhubungan daerah, pengedalian inflasi terjaga dan pelayanan publik terpenuhi. “Kalau terus kita gencarkan, efeknya sangat besar sekali. 4 Sektor ini akan bergerak beriringan majunya Bengkulu,” papar Rohidin.

Disisi lain, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bengkulu, Ir Bambang Budi Djatiko MM mengatakan, untuk pengembangan jalur penerbangan baik itu ke Malaysia maupun Singapura juga dijajaki. Bahkan untuk pesawatnya sudah dijajaki oleh Susi Airlines. Namun tetap akan dilakukan transit dari Pekan Baru. “Susi Airlines sudah bersedia, tapi tetap transit dari Pekan Baru,” terang Budi.

Begitupun rute baru ke Bandung, Medan dan Jogjakarta sudah masuk dalam kajian. Maskapai pesawat yang akan terbang ke daerah itu, juga sudah disiapkan. “Kita siapkan semua,” paparnya.

Budi berkomitmen, program perhubungan di Provinsi Bengkulu akan terus berjalan. Termasuk pembanguan tol dan kereta api juga terus didirong untuk segera direalisasikan. Tergetnya tetap, tahun depan semua program itu sudah berjalan. “Program ini terus kita dorong, agar benar-benar teralisasi,” tandas Budi. (151)