Raflesia Jamur Bengkulu Sediakan Jamur Segar dan Bibit Berkualitas

FOTO SIGIT/BE, – Samadi (52) pemilik Raflesia Jamur Bengkulu menunjukkan jamur yang sudah tumbuh.

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Jamur merupakan makanan yang cukup familiar di kalangan masyarakat. Selain rasanya yang khas, jamur banyak disenangi karena memiliki berbagai manfaat diantaranya mencegah penyakit kanker, menurunkan kolestrol, dan masih banyak manfaat lainnya.

Nah bagi anda yang bingung mencari tempat penjualan jamur segar jenis tiram, Raflesia Jamur pilihannya. Beralamat di Jalan Padat Karya 28, Sumur Dewa, Selebar, Kota Bengkulu. Disana menyediakan jamur segar dan berkualitas, tentunya dengan harga yang murah meriah.

Harga per kilo jamur segar tersebut dikisaran harga Rp 20 ribu. Untuk harga bibit mulai Rp 7 ribu untuk ukuran terkecil sampai Rp 40 ribu untuk ukuran terbesar. Jamur itu siap dimasak karena sudah dibersihkan terlebih dahulu oleh pemiliknya.

Samadi (52) pemilik Raflesia Jamur Bengkulu menjelaskan, membeli bibit ke tempat produksinya langsung lebih murah dibanding ke pasar karena belum ada biaya transportasi yang dikeluarkan,

Selain menjual jamur segar, Samadi juga menyediakan pembibitan, olahan jamur, dan alat produksi. Ia mengungkapkan. ’’Untuk alat produksi pembuatan jamur dirakit sendiri, karena di pasaran belum tersedia mesin pengolahan jamur itu sendiri,’’ ujar Samadi, Selasa (4/2).

Lebih lanjut Samadi mengungkapkan produksi jamurnya di pasarkan di Kota Bengkulu dan kabupaten lainnya seperti, Bengkulu, Selatan, Kaur, Curup. Dengan tingginya tingkat permintaan pasar, maka dalam menjalankan produksi jamurnya Samadi dibantu 6 orang karyawan laki-laki.

Untuk menjaga ketersediaan jamur yang ada, maka Samadi memproduksi setiap hari. “Jamur-jamur tersebut memerlukan waktu 1,5 bulan dari pengolahan sampai jadi jamur. Dan masa panen dilakukan setiap hari agar mendapatkan jamur yang segar,’’ tegas Samadi.

Usaha yang digeluti Samadi sejak tahun 2003 berawal ketika ia iseng-iseng mencoba budidaya jamur. Kini dalam sebulan meraup omset mencapai Rp 40 juta.

Adapun kendala yang dialami oleh Samadi saat memproduksi jamur adalah saat musim hujan, karena pada waktu tersebut jamur sulit tumbuh akibat terlalu lembab.

Samadi juga melayani bagi siapa saja yang serius ingin belajar budidaya jamur seperti dirinya menurut ia yang diutamakan adalah keseriusan, kesabaran, tekun. (MG15).



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*