Rafflesia Mekar di Kebun Sawit, Masih Ada 4 Bonggol Siap Mekar

Rafflesia
MEKAR: Pemilik kebun sawit menunjukkan adanya bunga Rafflesia Arnoldi yang mekar di kebun sawitnya di Desa Gelumbang, Kecamatan Kota Manna, Bengkulu Selatan, Rabu (3/5). (Foto IST/BE).

KOTA MANNA, BE – Penemuan langka terjadi di Desa Gelumbang Kecamatan Kota Manna Bengkulu Selatan. Pasalnya, jika selama ini bunga Rafflesia terkenal tumbuh di kawasan hutan lindung atau cagar alam dengan ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut, maka kali ini bunga Rafflesia tumbuh di kawasan perkebunan sawit warga dengan ketinggian sekitar 200 meter di atas permukaan laut.

Iwan (40), pemilik kebun sawit mengaku, bunga Rafflesia yang ia temukan itu, sudah ada yang mekar sebanyak dua bonggol. Hanya saja satu bonggol sudah layu bahkan warnanya sudah menghitam sedangkan satu bonggol lagi sedang mekar sempurna, hanya saja warnanya pucat.

Bunga Rafflesia itu ditemukan Iwan pada Selasa (2/5) sekitar pukul 10.00 WIB saat ia sedang panen sawit. Ada cerita mistik di balik penemuan bunga bangkai tersebut. Sebab, Senin (1/5) malam, Iwan bermimpi bertemu dengan seorang perempuan bule. Wanita itu terlihat sangat sedih, sebab saat bertemu dirinya sedang menangis seperti ada masalah.

“Saat saya tanya, ia mengaku orang barat (daratan Eropa atau Amerika), mengaku ada permasalahan dengan suaminya, lalu saya berikan nasehat agar bersabar. Setelah itu saya terbangun, keesokan harinya menemukan bunga Rafflesia di kebun saya,” katanya.

Untuk menuju lokasi bunga Rafflesia itu, bisa ditempuh kendaraan bermotor dari Kota Manna dengan waktu tempuh 10 menit. Kemudian dari simpang gang masuk melalui jalan yang sebagian sudah dikoral dan sebagian lagi masih tanah dan berlumpur sekitar 3 km.

Jika musim kemarau, menuju lokasi kebun sawit itu bisa menggunakan sepeda motor standar atau mobil. Namun karena saat ini musim penghujan, maka harus menggunakan motor ojek yang sudah dimodifikasi. Setibanya di kebun sawit, pengunjung harus berjalan kaki dengan menuruni tebing kebun dengan jarak sekitar 40 meter.

Iwan mengaku, untuk menghindari tangan-tangan jahil, saat ini lokasi penemuan bunga Rafflesia saya pagar.

Ditambahkan Gustin, selaku petani sawit di sekitar bunga Rafflesia, selain ada dua bunga yang sudah mekar, didekat bunga tersebut masih ada 4 bonggol lagi. Bahkan dari 4 bonggol itu diperkirakan satu bonggol akan kembali mekar sekitar 2 minggu lagi. Sejak ditemukan Selasa pagi, hingga kemarin sudah banyak warga yang melihatnya bahkan foto-foto untuk mengabadikan keberadaan bunga Rafflesia tersebut.

“Sejak Selasa hingga hari ini (kemarin red) sudah banyak warga bahkan pejabat BS yang datang melihatnya,” tutur Iwan.

Hj Sri Gusti Sabana SH, selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip daerah BS mengaku penasaran dengan informasi beredar. Sehingga kemarin pagi dirinya mengunjungi bunga Rafflesia tersebut.

Meski kondisi jalan tanah dan berlumpur serta banyaknya tanjakan dan turunan untuk menuju lokasi, tidak menyurutkan semangatnya untuk datang ke lokasi dan mengabadikannya.

“Bunganya sangat indah, sepertinya dua minggu lagi satu bonggol akan mekar lagi,” ujarnya yang mengaku puas usai melihat langsung bunga raflesia tersebut di lokasinya mekar.(369)