Rabu, Dirwan Mahmud Dihadirkan

dirwan-mahmud-bengkulu-selatan-ott-kpk-150518
Foto : IST

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rencananya menghadirkan Bengkulu Selatan (BS) nonaktif Dirwan Mhamud. Pada sidang lanjutan perkara pemberian gratifikasi dengan terdakwa Juhari, pada Rabu (29/8). Dirwan Mahmud dihadirkan bersama dua tersangka lainnya, Hendrati (istri Dirwan Mahmud) dan Nursilawati sebagai saksi didalam persidangan terdakwa tersebut.

“Ya, kalau tidak ada halangan mungkin dipersidangan selanjutnya (Rabu ini, red), kita menghadirkan saksi Bupati Nonaktif Dirwan Mahmud dan dua orang tersangka lainnya dalam persidangan nanti. Mereka menjadi saksi untuk terdakwa Juhari,” kata JPU KPK Asari SH kepada Bengkulu Ekspress kemarin (26/8).

Dalam perkara operasi tangjap tangan KPK atas pemberian gratifikasi dari terdkawa ke Dirwan Mahmud ini, tidak banyak saksi yang dihadirkan, hanya ada beberapa orang saja. Saksi untuk terdakwa Juhari ini hanya sekitar 12 orang saksi. Itu pun sudah termasuk 3 orang tersangka lainnya. Masing-masing tersangka ini juga saling menjadi saksi untuk terdakwa lainnya. Nanti terdakwa Juhari juga dihadirkan sebagai saksi dipersidangan terdakwa Dirwan Mahmud, Hendrati, dan tersangka Nursilawati.

Ditambahkannya, terkait sudah atau belumnya berkas perkara tersangka Dirwan Mahmud, Hendarti, serta Nursilawati dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Bengkulu, masing-masing tersangka akan tetap dihadirkan saat persidangan tersebut.

Ditambahkan, nanti dipersidangan selanjutnya kajiannya terkait dengan pembayaran fee proyek oleh para kontraktor atau pemenang proyek pekerjaan di Kabupaten Bengkulu Selatan, lebih dalam lagi. Karena banyak yang ikut memberikan fee termasuk petinggi DPRD di Kabupaten Bengkulu Selatan. Hal itu berdasarkan keterangan saksi sebelumnya yang mengatakan ikut memberikan fee proyek tersebut.



“Semuanya nanti akan kita gali dan dalami, nantikan terungkap siapa saja yang pernah memberikan fee, dan berapa jumlah yang diberikan. Sesuai dengan keterangan dari mantan Kadis PUPR Kabupaten Bengkulu Selatan dipersidangan minggu lalu, memang banyak yang ikut memberikan fee,” ucapnya. (529)