PWI RL Sambangi Kampus STAIN Curup

CURUP UTARA, BE –  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kabupaten Rejang Lebong, Lebong dan Kepahiang, sekitar pukul 08.00 WIB kemarin mengunjungi kampus STAIN Curup.  Kunjungan ini dalam upaya memberikan pemahaman terhadap tugas-tugas jurnalistik kepada masyarakat dan berbagi pengalaman.
Ketua PWI RL Hasan Basri, secara langsung melakukan diskusi dengan

para mahasiswa  jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) dakwah di kampus yang terletak di Kecamatan Curup Utara tersebut. Hasan menerangkan, mahasiswa sebagai kaum intelektual diharapkan lebih dahulu memahami dunia jurnalistik. “Mempraktekkan ilmu jurnalistik sebenarnya tidak harus jadi wartawan, tugas jurnalis juga bisa dipraktekkan mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari, misalnya memberikan informasi berdasarkan fakta dan data yang benar kepada orang lain, sehingga terjalin komunikasi yang baik antar masyarakat,” katanya.

Hanya saja, sambung Hasan, jika mahasiswa yang hoby menulis dan berminat bergelut menekuni dan berkarir  di dunia juslistik, cukup banyak lembaga pemberitaan saat ini berdiri baik media cetak, elektronik.

“Dengan berbagai pengalaman seperti ini, kami berharap mahasiswa lebih tergambar bagaimana mencari  informasi, data faktual untuk dibuat menjadi suatu bahan berita yang siap saji,” jelas Hasan.

Hasan juga mengajak mahasiswa lebih mengenal etika jurnalistik yang harus dipedomani seorang wartawan. Serta mengenal apa saja tugas-tugas yang dilakukan wartawan mulai dari menghimpun data berita hingga tebitnya karya intelektual berupa karya tulis.

“Tulisan yang nantinya
dijadikan sebuah berita harus berimbang, jujur, menggunakan nurani,
jangan sampai ada pembohongan publik lengkap sesuai dengan konfirmasi
dan fakta sesuai sumber objek berita,” terangnya.

Mengenai organisasi wartawan, Hasan menjelaskan, beberapa organisasi
kewartawanan di seluruh Indonesia termasuk organisasi kewartawanan di
kabupaten Rejang lebong.

Namun yang terbilang sangat eksis dan terus
menerus melakukan kegiatan ada tiga organisasi diantaranya PWI, AJI,
dan IJTI.

“Dari banyak organisasi kewartawanan, tertua adalah PWI yang berdiri sejak tanggal 9 februari 1946, organisasi kewartawanan ini merupakan wadah bagi wartawan dapat berdiskusi dan meningkatkan kualitas karya jurnalis seorang wartawan, bahkan menjadi tempat mengadunya wartawan jika mendapatkan berbagai masalah dalam peliputan berita,” terang Hasan. (999)