PWI Kembali Gelar Uji Kompetensi. Diikuti 56 Wartawan

IMG_1546BENGKULU,BE – Sebanyak 56 wartawan melakukan uji kompetensi wartawan (UKW) yang diselenggarakan oleh PWI Pusat dan PWI Cabang Bengkulu. Jumlah tersebut meningkat dari uji kompetensi wartawan tahap petama sebanyak 43 peserta. Tim penguji berasal dari Jakarta, Samarinda, Bandung  dan Yogyakarta yang merupakan utusan dari PWI Pusat. Pelaksanaan Uji Komptensi Wartawan di laksanakan di Aula Bapelkes.
Ketua Tim penguji yang juga Ketua Bidang Pendidikan Marah Sakti Siregar  mengatakan, uji kompetensi tersebut dilaksanakan ke 90 dari 28 cabang. Saat ini, PWI telah melakukan uji kompetensi terhadap 3.011 wartawan daerah dan nasional, baik tingkat muda, madya, dan utama. “Uji kompetensi adalah program Dewan Pers yang tujuannya untuk mengenalkan profesional wartawan, sehingga wartawan memiliki kecakapatan dan kompeten dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya,” kata Marah.
Dia mengatakan peserta yang cakap maka akan melaksanakan tugas  dengan mentaati Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Sehingga, wartawan semakin profesional melaksanakan tugasnya dengan baik. “Sehingga wartawan tidak menjadi alat kepentingan politik dan pengusaha,” tegasnya.
Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah SAg MPd menyampaikan menyambut baik pelaksanaan Uji Kompetensi wartawan, terlebih Provinsi Bengkulu akan menjadi tuan rumah hari pers nasional (HPN) 2014. Sehingga, wartawan Bengkulu juga diharapkan menjadi gaet bagi wartawan-wartawan dari daerah lain. “Sebagai tuan rumah wartawan dapat menjadi gaet, agar penyelenggaraan HPN 2014 berlangsung sukses dan berkesan baik,” katanya.
Dia berharap, dengan telah dilakukannya uji kompetensi wartawan, seperti halnya Uji Kompotensi yang dilakukan di birokrasi-birokrasi, dapat dibarengi dengan peningkatan gaji. “Hampir semya lini, kalau kompeten dibidiangnya, dibarengi dengan kenaikan gaji,” katanya.
Namun, dikatakannya sama halnya dibirokrasi, meski telah dilakukan diklat atau pelatihan, namun tidak diamalkan dilapangan. Dia berharap, dengan adanya uji kompetensi wartawan, diharapkan pers atau wartawan menjadi pilar ke empat, setelah  eksekutif, legislatif dan yudikatif. “Bagi saya pers itu adalah pilar ke empat,” katanya.
Dia juga merasakan dampak positif peranan pers di Bengkulu. Dicontohkannya, Bupati Mukomuko meminta wartawan memuat jalan-jalan rusak, yang kemudian menjadi bahan mengajukan anggaran ke pusat. “Jalan-jalan buruk dimuat, kemudian untuk mengajukan dana ke pusat, akhirnya mengucurlan APBD,” tegasnya.
Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo provinsi Drs Eko Agusrianto, mengatakan sebagai mitra sangat mendukung pelaksanaan Uji Kompetensi wartawan.Tidak hanya dilihat dari sisi wartawan mentaati kode etik jurnalistik tetapi juga dari perkembangan jurnalistik di Bengkulu. “Kedepan dengan banyaknya wartawan yang kompeten, maka berdampak pada kemajuan daerah dengan banyaknya informasi yang membangun,” katanya.
Ketua PWI Cabang Bengkulu Sukatno SPd mengatakan pelaksanaan UKW yang dikuti 56 wartawan tersebut, dari seluruh media yang ada di Bengkulu baik cetak maupun elektronik. Pesertanya terdiri dari muda, yaitu kalangan wartawan, kemdua madya untuk kalangan asisten redaktur dan redaktur, serta Utama untuk kalangan Pimred dan General Manager. “Kegiatan Uji Kompetensi wartawan ini dalam rangka menciptakan wartawan yang profesional dan kompeten,” tegasnya.(100)