Putus Mata Rantai Covid-19, Rutan Malabero Bebaskan 67 Warga Binaan 

FOTO RIFKY/BE – Sebanyak 42 orang warga Binaan Rutan Malabro melakukan sujud syukur karena bebas bersyarat atau asimilasi

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Sebanyak 67 orang warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Malabero di Jalan Kol Berlian Kelurahan Malabero Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu, dibebaskan bersyarat atau asimilasi dari balik jeruji besi. Hal itu dilakukan guna pencegahan terkait penyebaran corona virus atau Covid-19.

Kepala Rutan Malabero Tutut Prasetyo mengatakan, sebanyak 67 orang warga binaan itu akan dibebaskan secara bertahap dengan sejumlah catatan, diantaranya sehat lahir batin, berperilaku baik dan telah melewati masa tahanan minimal 2/3 masa tahanan.

“Izin asimilasi langsung pulang ke rumah jangan keluyuran. Pulang untuk tinggal di rumah, sayangi diri kalian dan sayangi keluarga,” pesan Tutu, Kamis (2/4).

Para warga binaan ini dibebaskan dengan menjalani asimilasi di rumah. Jadi selama di rumah, mereka tetap dipantau. Nanti akan mendapatkan pengawasan dari kejaksaan dan bapas.

Adapun kebijakan ini diambil setelah menerima surat perintah dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Juga dipertegas oleh satuan tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

“Dari perintah itu, ada tiga puluh ribu warga binaan se-Indonesia yang akan menerima pembebasan dengan bersyarat ini. Untuk Rutan Malabero sendiri kami akan melakukannya secara bertahap, yang mana pada tanggal 1 kemarin sudah ada 25 orang yang keluar, untuk saat ini ada 42 orang jadi total ada 67 orang,” jelasnya.

Sementara itu salah satu tahanan yang bebas, Sigit, warga Bentungan mengaku sangat senang dan bahagia pasalnya dirinya sudah 1 tahun tinggal di rutan tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada pihak Rutan yang sudab memberikan bebas bersyarat atau asimilasi kepada kami, kami sangat senang bisa berkumpul bersama keluarga,” ujarnya.

Seperti yang disampaikan dan diamanatkan Kepala Rutan, Sigit menyatakan akan diikuti yakni tidak keluyuran selama virus corona atau Covid-19 ini berahir.

“Kami akan langsung pulang ke rumah, dilihat sudah dijemput keluarga, kami akan patuhi semua yang diberikan kepada kami,” tutupnya. (CW1)