Putri Serindang Bulan (Episode 1)

Masyarakat  pesisir barat heboh. Beredar isu peri cantik mandi di Muara Sungai Ketahun. Kehebohan semakin memuncak karena ada yang melihat penampakan sang peri. Sejauh ini warga tidak berani mendekati langsung kawasan dimana sang peri menampakkan wujudnya. Masyarakat mengangap kawasan itu sebagai tempat keramat. Apalagi muara tersebut dikenal dengan penjaganya yang ganas. Buaya besar kerap terlihat berkeliaran di sekitar kawasan keramat tersebut. Untuk menuju jalur tersebut melalui darat juga sulit dilakukan. Hutan lebat melingkupi kawasan daratan di muara tersebut.

Isi adanya peri jelita itu menyebar luas. Cerita itu tersebar luas dibawa para pedagang yang selalu hilir mudik antar kota ke kota. Bahkan tidak lama, cerita dari mulut ke mulut tersebut sampailah pula ke kerajaan Indrapura. Kalangan istana membicarakan isu tersebut dan mengagumi kecantikan sang peri. Sebagian menganggap isu itu sengaja dihembuskan tanpa dasar. Sedang sebagian lagi menilai hal ini sebuah keajaiban yang harus mendapatkan pembuktian.

Isu itu akhirnya sampai pula ke telinga Tuanku Setio Barat, Raja Indrapura. Tidak ingin isu bergerak ke arah yang tidak-tidak, sang Raja segera menanggapinya. Semua menteri kabinet ia kumpulkan, begitu juga para panglima seluruh angkatan. Mereka dipanggil untuk membahas tentang berita yang berhembus dari wilayah perbatasan. Saat itu wilayah muara Ketahun adalah wilayah Indrapura.

Selanjutnya putusan sidang kabinet yang langsung dipimpin sang raja, membuahkan keputusan. Keputusan pertama, menunda kenaikan BBM. Khusus menanggapi isu sang peri, raja menurunkan tim untuk mengecek langsung sumber isu tersebut. Sangat pentingnya tim ini, bahkan Tuanku Setio Barat sendiri yang akan langsung memimpin Tim khusus ini. Untuk menyertai sang raja, para panglima diminta untuk menyiapkan pasukan pengawal terlatih pilihan.

Misi ini dirahasiakan. Sebagai pembungkusnya, dan agar terlepas dari pemeriksaan KPK, raja mengajukan proyek berburu dalam mata anggaran APBR (anggaran pendapatan dan belanja kerajaan). Disamping itu, raja juga berniat untuk melakukan sidak untuk mengetahui perkembangan pembangunan di dalam negeri Indrapura. Raja ingin melihat dari dekat peningkatan kesejahteraan rakyatnya dari dekat, langsung dari sumbernya, rakyat jelata yang hidup di desa-desa.

Tiga hari tiga malam, perjalanan rombongan tim khusus yang dipimpin Tuanku Setio Barat digelar tanpa henti. Perjalanan tidak selancar melalui jalan-jalan kerajaan. Memasuki desa-desa, jalan masih banyak yang belum tersentuh pembangunan. Hal ini menyadarkan sang raja, bahwa ia harus menyontoh program PNPM ala SBY. Dengan menggelontorkan dana, biarkan rakyat berswadaya membangun negeri. Bila rakyat mampu mandiri, maka mereka akan membangun sendiri jalan-jalan yang mereka butuhkan untuk menjual hasil pertaniannya ke kota raja.

Tidak lama, sampailah rombongan di Muara Sungai Ketahun. Tuanku Setio Barat, memerintahkan rombongan untuk berkemah disana. Kemah megah dibentang. Tukang masak menyiapkan hidangan untuk raja dan rombongan. Para intel disebar dan para pawang langsung mempelajari situasi di muara tersebut. Semua bekerja sesuai dengan keahliannya. Mereka mendapat instruksi langsung dari sang raja, buktikan keberadaan peri cantik di muara tersebut.

Hari pertama berlalu begitu saja. Para prajurit terlatih memantau keadaan 24 jam penuh. Namun tidak ada tanda-tanda sang peri muncul. Begitu juga dengan hari yang kedua dan ketiga. Jangankan sang peri, bayangannya pun tidak terlihat.

Atas masukan para tetua kampung yang berdekatan dengan muara tersebut. Sang raja dan tim diminta untuk tidak show force di muara. Semua tingkah dan laku tim khusus tersebut, boleh jadi sudah diketahui sang peri. Jadi besar kemungkinan misi tersebut akan gagal, karena sang peri tidak akan muncul dari balik rerimbunan pepohonan hutan di seberang muara tersebut.

Masukan yang sederhana, dan hal itu dihargai sang raja. Ia kemudian menarik semua pasukannya dan membongkar tenda dengan semua fasilitasnya. Muara sungai harus dikosongkan. Ia memindahkan lokasi base camp baru, yang jauh letaknya dari muara. Namun ia tetap memerintahkan para intel untuk memantau perkembangan di sekitar muara secara sembunyi-sembunyi. (bersambung)