Putra Mas Wigoro BerbagiKepada Kaum Dhuafa

Ary/Bengkulu EkspressPutra Mas Wigoro SE SH owner CV Putra Mas Grup saat melakukan kegiatan berbagi dengan membagikan nasi kotak kepada ibu-ibu pemecah batu di Desa Taba Renah Kecamatan Curup Utara Jumat (15/3) kemarin

CURUP, Bengkulu Ekspress– Owner CV Putra Mas Grup, Putra Mas Wigoro SE SH menunjukkan kepeduliannya kepada kaum dhuafa yang ada di Kabupaten Rejang Lebong khususnya di Kota Curup. Dimana pada Jumat (15/3) kemarin Putra Mas Wigoro SE SH membagikan nasi kotak kepada kaum dhuafa yang ada di kawasan Kota Curup. “Hari ini ada sebanyak 150 kotak nasi yang akan kita bagikan kepada saudara-saudara kita yang ada di Kota Curup,” sampai Putra Mas Wigoro SE SH disela-sela kegiatan pembagian nasi kotak kemarin.

Menurut Putra Mas Wigoro SE SH, kegiatan bagi-bagi nasi kotak tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh CV Putra Mas Grup, dimana menurutnya kegiatan tersebut minimal mereka laksanakan satu bulan sekali. Bahkan menurutnya tak hanya bagi-bagi nasi kotak saja, namun juga sejumlah kegiatan sosial lainnya yang mereka sesuaikan dengan kondisi dan moment saat itu.

“Diberbagai kesempatan kami juga kerap melaksanakan kegiatan sosial lainnya seperti berbagi takjil saat puasa dan berkurbaan saat Idul Adha kemarin,” sampai Putra Mas Wigoro SE SH yang merupakan Caleg Anggota DPRD Rejang Lebong Dapil IV dari Partai Perindo tersebut.

Untuk kegiatan bagi-bagi nasi kotak kemarin, menurut Putra Mas Wigoro SE SH menyasar sejumlah kaum dhuafa yang ada di Kabupaten Rejang Lebong mulai dari para pemecah batu bata di aliran Sungai Air Musi yang ada di Desa Taba Renah Kecamatan Curup Utara. Bahkan dalam kesempatan tersebut putra ikut langsung membantu ibu-ibu pencari batu dan makan bersama dilokasi mencari dan memecahkan batu.

Selain menyasar para pemecah batu, Putra Mas Wigoro SE SH juga membagikan nasi kotak kepada para pemulung hingga penyapu jalan yang ada di Kota Curup seperti dikawasan Pasar Atas Kota Curup. Putra berharap dengan adanya kegiatan berbagi tersebut, maka akan semakin banyak masyarakat Rejang Lebong yang terbantu.

Kegiatan tersebut, menurut Putra Mas Wigoro SE SH juga merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) CV Putra Mas Grup. Adapun CV Putra Mas Grup yang ia kelola tersebut mulai dari Golden rich 88 Hotel, Guest House 88, 88 variasi, lucky 88 digital printing dan CV Putra Mas sendiri yang merupakan distributor sembako dan keperluan rumah tangga di Kota Curup.

Disisi lain, mengingat dalam beberapa bulan terakhir banyak kasus DBD yang terjadi tak terkecuali di Kabupaten Rejang Lebong, Putra Mas Wigoro SE SE mengungkapkan apabila masyarakat Rejang Lebong ingin mendapat pelayanan Fogging namun bingung mau minta dengan siapa, maka Putra Mas Wigoro SE SH menyarankan masyarakat untuk mendatangi kantor CV Putra Mas Grup yang ada di Jalan Sapta Marga Pasar Hewan Kota Curup. Karena menurutnya bila ada permintaan fogging oleh masyarakat, maka menurut Putra Mas Wigoro SE SH tim dari CV Putra Mas Grup termasuk dirinya akan langsung turun melakukan fogging.



“Bila masyarakat ingin melaksanakan fogging dan bingung minta dengan siapa, silahkan datang ke kantor kami di pasar hewan, nanti kami akan turun, karena tidak semua orang bisa menggunakan alat fogginga,” demikian Putra.

Sementara itu, Denti Hera (36) dan Idial Aprianti (23) warga Dusun 1 Desa Taba Renah yang sehari-harinya bekerja memecah batu dialiran Sungai Musi mengaku sangat kagum atas kepedulian yang dilakukan oleh owner CV Putra Mas Grup tersebut. Dimana menurut Denti dan Idial, saat ini sangat jarang sekali mendapatkan orang sebaik Putra Mas Wigoro SE SH yang mau berbagi dan turun langsung ke lapangan.

“Kami sangat kagum sekali dengan Putra Mas Wigoro ini, karena ia sangat peduli dengan masyarakat bawah, terlebih lagi ia turun langsung, sangat jarang sekali orang seperti beliau ini, apalagi beliau masih muda dan energik,”sampai Denti dan Hera.

Bahkan menurut Denti dan Hera, keperibadian Putra Mas Wigoro SE SH sangat luar biasa, selain turun langsung ia tidak sungkan-sungkan dan malu untuk makan bersama mereka, meskipun hanya makan nasi kotak dipinggir sungai tempat mereka mencari nafkah sehari-hari.(251)