Puskaki Siap Jamin 2 Warga

ARGA MAKMUR, BE- Hari ini rencananya puluhan mahasiswa dan elemen Ormas di provinsi Bengkulu akan mendatangi Mapolres BU untuk meminta penangguhan penahanan terhadap dua orang pelaku dugaan penyerobotan lahan HGU PT Agri Andalas di wilyah Pondok Kubang- Benteng. Kedatangan sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa tersebut berkaitan dengan polemik soal HGU yang dibiarkan terlantar oleh pihak perusahaan namun saat akan digarap oleh masyarakat malah mendapatkan penolakan dan berujung pada penahanan dua orang warga oleh pihak kepolisian. “Besok ( hari ini,red) kami akan mendatangi Polsek tempat ditahannya warga yang menggarap lahan PT Agri Andalas untuk dilakukan penangguhan,” kata Wakil Koordinator Pusat Kajian Anti Korupsi (Puskaki) Bengkulu, Sony Taurus.

Mahasiswa dan elemen masyarakat yang hadir di Mapolsek Air Besi besok siap menjadi jaminan untuk penangguhan penahanan terhadap dua orang yang sudah ditahan oleh polisi yakni Dion dan Hero Koswara. Penahanan dua orang warga tersebut dinilai sebagai bentuk arogansi perusahaan terkait pengelolaan HGU yang ditelantarkan. Selain itu, elemen mahasiswa dan masyarakat juga meminta untuk dilakukan pencopotan terhadap Kapolsek yang menjadi komando pengamanan dalam keributan yang terjadi beberapa waktu lalu. “Aksi yang dilakukan merupakan bentuk dukungan kepada masyarakat terkait HGU yang ditelantarkan oleh PT Agri Andalas, ” jelasnya.┬áSelain itu, Puskaki Bengkulu serta sejumlah elemen masyarakat mendesak kepada BPN untuk mencabut HGU PT Agri Andalas. Pasalnya keberadaan HGU yang dimiliki malah tidak digarap selama kurun waktu tertentu dan dibiarkan terlantar. Hal ini yang mengakibatkan masyarakat ingin mengambil alih dan mengelola HGU tersebut namun malah menjadikan persoalan yang meruncing hingga terjadinya bentrokan dengan pihak aparat serta berujung pada penahanan dua orang warga oleh pihak kepolisian. ” Untuk apa memberikan HGU kepada perusahaan yang akhirnya malah ditelantarkan. Lebih baik HGU tersebut dicabut dan tanahnya dikembalikan ke negara dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk digarap,” tukas Sony Taurus. (212)