Pupuk Petrokimia Langka

KOTA BINTUHAN,BE – Sudah dua minggu terakhir ini Dinas Pertanian dan Perkebunan Kaur belum juga melakukan tindakan. Mengingat  ketiadaan pengecer sehingga mengakibatkan kelangkaan pupuk bersubsidi Petrokimia Putra di dua kecamatan yakni Kecamatan Luas dan Kecamatan Muara Sahung. Padahal jenis pupuk bersubsidi ini umumnya dibutuhkan oleh petani kebun, seperti kebun sawit.
“Pupuk belum juga masuk padahal laporan sudah kita sampaikan kepada Dinas, namun dua minggu terkahir belum ada tindakan,” ujar Sapri (45)  warga Muara Sahung, kemarin.
Hal Senada Juga di kecamatan Luas, tanpa adanya pengcer membuat 4 jenis Pupuk sama sekali tidak ada. “Kita juga sudah melaporkan bahwa pupuk langka, namun Dinas belum ada tindakan selama dua minggu ini,” kata Ujang (34) warga Luas. Jenis pupuk bersubsidi yang dipasok oleh Petrokimia Putra yakni SP-36, ZA, NPK dan Organik. Untuk dua kecamatan itu tersedia alokasi pupuk yang cukup banyak. Kuota pupuk petro untuk Kecamatan luas yakni SP-36 sebanyak 21,83 ton, ZA sebanyak 11,84 ton, NPK sebanyak 89,41 ton dan Organik sebanyak 33,69 ton. Sementara Kecamatan Muara Sahung telah dijatahi SP-36 sebanyak 11,49 ton, ZA sebanyak 7,39 ton, NPK sebanyak 48,70 dan Organik sebanyak 28,75 ton. Menyikapi lambannya Dinas Pertanian Dan Perkebunana, Kadis Pertanian dan Perkebunan Kaur Asmawan Ssos melalui Kasi Saspras Endi Yurizal SP mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya berkoordinasi dengan PT Petrokimia PUtra di bengkulu. Namun hingga sekarang belum juga ada tindakan.
“Memang kemungkinan kelangkaan terjadi lantaran tidak ada pengecer didaerah itu. Sehingga untuk mendapatkan pupuk petro harus mencari dipengecer di kecamatan lain, kita sudah melakukan koordinasi dengan PT Petro Kimia,” kata Endi.
Dikatakanya, memang 4 jenis pupuk sangat sulit di dua kecamatan di banding pupuk Urea. Hal ini sebenarnya bukan karena poupuknya langka, tapi pengecer yang di wilayah itu sama sekali tidak ada.
“Kita sudah berusaha semaksimal mungkin, namun dalam minggu ini sudaj kita sikapi,” jelasnya.
Sementara itu, alokasi pupuk yang diterima pada tahun 2013 ini, tiga jenis pupuk mendapatkan kenaikan. Diantaran pupuk  ZA yang tahun 2012 yang lalu jatah Kaur 84 ton saat ini naik menjadi 154 ton. Selain ZA, pupuk NPK juga mengalami kenaikan dari 988 ton di tahun 2012 naik menjadi 1.134 ton di tahun ini. Dan yang terakhir adalah pupuk organik yang juga mengalami kenaikan dari 130 ton saat ini menjadi 319 ton di tahun 2013 ini.
Sedangkan dua jenis pupuk bersubsidi lain yakni urea dan SP-36 untuk tahun 2013 di Kabupaten Kaur menurun dibandingkan pada tahun 2012 yang lalu. Untuk Urea Kabupaten Kaur hanya mendapat jatah sebesar 1700 ton. Jumlah ini turun dibandingkan dengan tahun 2012 yang lalu sebesar 1800 ton. Pupuk SP-36 di Kaur juga turun dari 548 ton menjadi 241 ton.(823)