Pupuk Organik Masih Minim

Kepala Desa Imigrasi Permu Kecamatan Kepahiang Sulaiman mengungkapkan penggunaan pupuk organik (pupuk kandang) di daerahnya masih terbilang minim. Padahal menurutnya, dengan menggunakan pupuk organik, maka kualitas tanaman akan menjadi lebih baik dan sehat karena tidak mengandung zat kimia yang membahayakan.

“Sayangnya penggunaan pupuk organik saat ini masih minim dilakukan petani,” ungkap Sulaiman, Jumat (19/10).

Dikatakannya, penggunaan pupuk unorganik pada tanaman berbagai jenis tanaman akan memiliki hasil yang kurang maksimal. Lain halnya dengan pupuk organik yang mampu membuat tanah akan semakin subur.

“Jika para petani memanfaatkan pupuk organik, tentu saja tidak ada kotoran ternak yang tersisa, semua bisa dimanfaatkan. Pemanfaatan kotoran yang biasa disebut residu kandang bersama limbah organik lainnya berfungsi efektif sebagai komponen utama pembuatan pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk segala macam tanaman,” terang Sulaiman.

Menurut Sulaiman, desanya merupakan salah satu desa yang sudah memiliki pengelolaan pupuk organik sendiri. “Meski perkembangannya saat ini masih seperti jalan di tempat, kami sedang menggagas rencana pengembangannya. Karena dari sekitar 120 hektar sawah, baru 7-10 persen saja yang menggunakan pupuk organik di desa kami,” sampainya.

Sulaiman optimis, ke depan pasar pupuk organik akan berkembang baik, karena masyarakat saat ini mulai cenderung lebih peduli dengan kesehatan.

“Makanya banyak orang saat ini mudah sakit, karena tanaman apa pun pengelolaannya menggunakan pupuk kimia atau unorganik semua. Nah, saat ini konsumen mulai sadar dan akan memilih makanan tanpa zat-zat kimia,” tandasnya.(505)