Pupuk Langka dan Hama Tikus Ancam Petani

HAMA : Dana (48) salah satu petani di Desa Sukaraja Kecamatan Amen menunjukkan tanaman padi yang rusak akibat diserang hama tikus.(dwi/be)

LEBONG SAKTI, BE – Akibat sulitnya mendapatkan pupuk di Kabupaten Lebong saat ini, mengancam penurunan hasil panen para petani di tahun 2012 ini. Saat ini, menjelang akhir masa pemupukan pertama, sekitar 30 persen tanaman padi di Kabupaten Lebong belum dipupuk. Jika sampai akhir April 2012 ini petani tetap belum mendapatkan pupuk, dipastikan bakal terjadi penurunan produksi, bahkan mungkin terjadi gagal panen. “Saat ini kami sangat kesulitan sekali untuk mendapatkan pupuk, kalaupun ada pasti harganya mahal kemarin saya dapat pupuk dengan harga Rp 130 ribu padahal biasanya hanya Rp 95 ribu, tapi terpaksa kami beli sebab itu sangat kami butuhkan,” jelas Marion Toni (48) warga Desa Limau Pit yang memiliki sawah sekitar 1 hektar ini kepada wartawan kemarin.

Dikatakan Marion Toni, untuk lahan seluas 1 hektar miliknya seharusnya mebutuhkan pupuk sebanyak 500 kg, namun tahun ini karena pupuk sulit didapat ia hanya mengunakan pupuk sekitar 350 kg. “Dengan kondisi sekarang saya tidak yakin hasil panen tahun ini akan sama dengan tahun kemarin. Biasanya dengan lahan yang saya miliki ini hasilnya bisa mencapai 80 karung tapi untuk tahun ini diperkirakan hanya dapat 70 karung, itu pun rasanya sudah sangat tinggi,” kata Marion Toni.┬áSelain itu, petani lainnya, Dana (42) warga Sungai Gerong Kecamatan Amen yang memiliki lahan sawah kurang lebih 1,5 hektar di Desa Sukaraja Kecamatan Amen pun mengatakan hal yang demikian. Namun, selain kendala pupuk, di areal sawah miliknya mendapatkan satu kendala lagi yakni adanya serangan hama tikus dan saat ini sekitar 30 persen lahan sawahnya telah di serang hama tikus.

“Serangan tikus ini terutama terjadi pada tanaman padi yang berumur 20-30 hari. Di areal yang digenangi air serangan tikus agak kurang. Sayangnya karena terjadi kekurangan air, tidak semua lahan bisa di genangi dan beberapa tanaman padi habis dimakan tikus,” ujarnya.
Menurut Dana, serangan hama tikus tersebut, sebenarnya bisa di imbangi jika pupuk tersedia. Jadi tanaman padi yang dimakan tikus ini masih bisa hidup jika dilakukan pemupukan dengan maksimal. “Pengalaman saya kala padi yang masih berumur 20 hari, meski sudah dimakan tikus jika di pupuk maka masih bisa tumbuh lagi, tapi karena pupuk tidak ada maka padi yang dimakan tikus ini akan mati,” keluh Dana.┬áDana juga menyayangkan minimnya perhatian pemkab lebong untuk musim tanam petama di tahun 2012 ini. Dikatakanya meski serangan hama tikus sudah terjadi merata di semua areal perswahan namun bantuan racun tikus bagi petani tidak juga di berikan. “Saya tidak tau kenapa pemerintah tidak memberikan bantuan racun tikus kepada petani. Memang saya ada mendegar jika ada bantuan racun, tapi saya sendiri hingga saat ini tidak pernah mendapatkannya. Saya dengar bantuan di berikan kepada kelompok tani saja, padahal sebagian besar kelompok tani yang dibantu tersebut tidak memiliki lahan tapi memang ketua atau pengurus kelompok tani biasanya pintar mencari muka kepada pejabat makanya mereka mendapatkan bantuan. Sedangkan kami yang yang memiliki lahan malah tidak dapat bantuan,” pungkas Dana.(777)