Punya Bank Darah, Tapi Tak Bisa Simpan Darah

foto:IST

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Palang Merah Indonesia (PMI) Kepahiang setiap melaksanakan donor darah menyerahkan kantong darah didapat kepada PMI Rejang Lebong. Padahal Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepahiang sudah memiliki tempat penyimpanan atau bank darah yang mestinya bisa dimanfaatkan.

Wakil Bupati (Wabup) Kepahiang, Netti Herawati SSos mengaku, tidak mengetahui prosedurnya, sehingga bank darah RSUD dapat kerjasama dengan PMI dalam menyimpan stok darah. Karena di Kabupaten Kepahiang terdapat 8 orang pasien yang setiap tiga bulan sekali membutuhkan transfusi darah.

“PMI Kepahiang dibantu, kondisinya belum bisa maksimal. RSUD punya bank darah tapi tidak menggunakannya. Padahal ada 8 penderita setiap 3 bulan perlu transfusi darah. PMI kekurangan sarana prasarana, itu Ketua PMI Kepahiang sudah cerita sama saya,” tutur Wabup.

Ketua PMI Kabupaten Kepahiang, Epina Felizita Bando mengakui, bila seluruh kantong darah yang dihasil dalam kegiatan donor darah diserahkan kepada PMI Rejang Lebong. Sebab untuk penyerahkan ke RSUD Kepahiang, PMI juga tidak mengetahui prosedur karena ada administrasi mesti dilengkapi. “Kapasitasnya hanya 24 kantong, alat screening darah RSUD Kepahiang belum memadai, setiap acara donor di kejaksaan dan Polres bisa mencapai 64 kantong,” ujar Epina.

Menurutnya, pemberian darah hasil donor kepada RSUD Kepahiang harus melalui prosedur yang memang belum diketahui pengurus PMI Kepahiang, karena belum pernah melaksanakannya.
“Belum tahu RSUD bersedia mengganti dana kantong darah apa tidak,” sebutnya. (320)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*