Puncak Konsumsi BBM H-2 Lebaran

istimewa/Bengkulu Ekspress KONSUMSI: Pertamina menjamin pasokan BBM selama ramadan dan lebaran mencukupi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terjadi kelangkaan

Pertamina Jamin Stok Aman

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– PT Pertamina (Persero) memprediksi puncak konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) pada mudik lebaran 2019 di Bengkulu akan terjadi pada 2 Juni 2019 atau H-2 hingga puncak arus balik pada 9 Juni 2019 mendatang. Bahkan diprediksi terjadi peningkatan sebesar 5 persen dari kuota perbulan.

“Kami memprediksi ada kenaikan konsumsi BBM sekitar 5 persen selama ramadan dan masuk Hari Raya Idul Fitri,” ujar Region Manager Communication & Relations Sumbagsel, Rifky Rakhman Yusuf, kemarin (26/5).

Ia mengatakan, kenaikan konsumsi tersebut sudah diantisipasi oleh Pertamina dengan menambah pasokan atau kuota BBM ke seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir selama ramadan dan lebaran mendatang. “Masyarakat tidak perlu cemas sebab persediaan cukup dan siap ditambah bila ada permintaan dari SPBU,” ujar Rifky.

Ia mengaku, untuk kuota BBM bersubsidi tahun 2019 ini jumlahnya tetap sama yaitu 84.400 kiloliter (KL) untuk premium dan 88.477 untuk Biosolar. Melihat kuotanya yang tidak begitu banyak diberikan oleh Pemerintah Pusat, Pertamina berharap masyarakat bisa beralih ke BBM non subsidi seperti Pertalite, Pertamax, dan Dexlite. Karena selain pasokannya banyak, BBM non subsidi juga memiliki oktan yang lebih tinggi sehingga membuat mesin kendaraan lebih awet.

“Kita harapkan pada Mudik lebaran tahun ini gunakan BBM non subsidi, sehingga perjalanan menjadi lebih baik karena oktannya juga tinggi,” tutur Rifky.

Selain itu, dengan menggunakan BBM non subsidi, para pemudik juga tidak akan dikeluhkan dengan sulitnya mendapatkan BBM. Pasalnya persediaannya hingga arus balik lebaran diyakini mencukupi untuk para pemudik. “Kalau masih mengandalkan BBM Subsidi maka akan sulit mengingat kuotanya juga terbatas,” ujar Rifky.

Meskipun kuota BBM non subsidi banyak, akan tetapi pihaknya menyarankan, agar para pemudik selalu mengisi BBM hingga penuh meski indikator bensin baru turun satu atau dua bar. Pemudik harus selalu mengantisipasi kondisi terburuk di jalan. “Jangan menunggu hingga indikator BBM mobil kita di bawah 50 persen. Kita mesti antisipatif dalam kondisi mudik Lebaran. Langsung isi BBM hingga penuh walau indikator-nya baru turun 1-2 bar,” tutupnya.(999)