Puncak Banjir Diprediksi Januari Hingga Maret

PANDEGLANG-Meski hujan belum mencapai puncaknya. Namun banjir dan longsor sudah terjadi di beberapa wilayah di tanah air. Diantaranya terjadi di Bengkulu, Sumatera Selatan, Pandeglang, Sukabumi, Jakarta, dan Bandung.
Selain longsor di Bandung, data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, banjir terjadi di Kampung Kumbang Kampil, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Sabtu (17/11), sekitar pukul 16.00 WIB.

“Ketinggian banjir mencapai 1,5 meter. Tidak ada korban jiwa. Namun sedikitnya 200 rumah terendam dan sebuah rumah milik Ayi Kamis Ganda (75 thn), hanyut. Selain itu 400 hektar sawah juga terendam banjir,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam pesan elektroniknya, Senin (19/11). Atas kondisi ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang dipastikan telah melakukan penanganan darurat.

Pada hari yang sama, banjir juga menggenangi sedikitnya 11 kelurahan di Kota Bengkulu. Masing-masing Kelurahan Tanjung Agung, Tanjung Jaya, Semarang, Penurunan, Nusa Indah, Kebun Tebeng, Sawah Lebar, Surabaya, Berkas dan Benting. “Ratusan rumah terendam banjir hingga 1,5 meter. Ini terjadi akibat hujan deras dan buruknya drainase,” ujarnya.

Hujan deras yang terjadi pada Minggu (18/11) juga menyebabkan banjir di sebagian Jakarta dan Sukabumi, Jawa Barat. Di Jakarta, puluhan rumah di lima Rukun Tetangga (RT) di Rawajati, Pancoran Jakarta Selatan dan Cawang Jakarta Timur, terendam banjir akibat meluapnya Sungai Ciliwung.

“Beberapa ruas jalan di Jakarta seperti Cempaka Putih, Petamburan, Tomang, dan lainnya juga terjadi banjir. Buruknya drainase perkotaan menyebabkan banjir di beberapa lokasi,”katanya. Sedangkan di Sukabumi, banjir terjadi di Kelurahan Sukarya, Kecamatan Wurudoyong, Sukabumi Jawa Barat. Puluhan rumah terendam banjir dan satu rumah terseret banjir.

Diperkirakan puncak hujan untuk wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara serta sebagian Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, akan terjadi pada Januari 2013. Meskipun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksiĀ  musim hujan normal, namun ancaman banjir akan tetap tinggi saat Januari hingga Maret 2013.

Menurut Sutopo, pemanasan global berpengaruh terhadap meningkatnya intensitas hujan. Melimpahnya uap air dari laut akibat temperatur air laut yang makin hangat, menyebabkan pasokan uap air bertambah. Sehingga curah hujan turun dengan intensitas tinggi. “Banjir, banjir bandang, longsor dan puting beliung harus diwaspadai hingga akhir musim penghujan nanti,” katanya. Untuk itu masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor, diminta tetap waspada.(gir/jpnn)