Puluhan Wartawan di Bengkulu Ikuti Penyuluhan Bahasa Indonesia

Puluhan Wartawan di Bengkulu Ikuti Penyuluhan Bahasa Indonesia
Endang/BE
Wartawan peserta pelatihan dan penyuluhan bahasa Indonesia yang diselenggarakan Kantor Bahasa Bengkulu, berfoto bersama, usai acara pembukaan di aula kantor Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Bengkulu, Kamis (3/5/18).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Kantor Bahasa Bengkulu, menggelar pelatihan dan penyuluhan bahasa Indonesia bagi wartawan di Kota Bengkulu. Pelatihan terhadap sekitar 30 orang wartawan cetak, televisi dan online ini dilakukan. Karena media massa dinilai sebagai ujung tombak pemasyarakatan bahasa. Wartawan diminta dapat berkontribusi memasyarakatkan bahasa yang baik dan benar. Kegiatan ini dibuka Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bengkulu, Zacky Antony, SH,M.Hum, di aula kantor Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Bengkulu, Kamis (3/5/18).

Ketua PWI Bengkulu, Zacky Antony menuturkan, bahasa dalam media sangat penting. Wartawan dituntut memiliki kemampuan dalam menyampaikan informasi yang runut dan terstruktur. Wartawan yang hampir setiap hari bergelut dengan kosa kata harus terus diasah dan ditingkatkan perbendaharaan katanya. Karena kalau tidak diasah bisa tumpul.

“Inti jurnalistik itu ada dalam bahasa, diukur, baik strukturnya, penggunaan huruf sehingga karyanya mudah dimengerti bagi pembacanya. Kekuatan bahasa jurnalistik inilah yang menjadi pembeda dengan karya tulis lain,” kata Zacky, yang pernah menjadi Pemimpin Redaksi Harian Rakyat Bengkulu selama 8 tahun ini.

“Ibarat penebang kayu. Kalau alatnya terus menerus digunakan, maka lama kelamaan kapaknya tak bisa lagi digunakan untuk menebag kayu. Karena kapaknya tidak diasah. Begitu juga dengan wartawan. Kalau kemampuannya tidak diasah, maka semakin tumpul. Pelatihan ini menjadi kesempatan peningkatan diri bagi wartawan,” katanya.

Masih dikatakan Zacky, penggunaan bahasa dalam berita, menjadi ciri khas dan identitas wartawan yang bersangkutan, sehingga karyanya ada dihati pembaca, dan karyanya selalu dirindukan karena menggunakan bahasa yang mudah dipahami.

PWI, lanjut Zacky, sangat berterima kasih pada Kantor Bahasa Bengkulu, yang telah bekerja sama dalam pelatihan seperti ini. Karena PWI bukan hanya sebagai pelindung bagi wartawan, namun juga memberikan peningkatan kualitas wartawa. Salah satunya dengan memberikan pelatihan seperti ini.

Dikesempatan sama, Kepala Kantor Bahasa Bengkulu, Karyono S.Pd, M.Hum, menuturkan, media sebagai ujung tombak pemasyarakatan bahasa. Wartawan diharapkan dapat berkontribusi memasyarakakan bahasa yang baik dan benar. Terlebih saat ini tahun politik, penggunaan bahasa dimedia hendaknya tidak memecah belah dan tidak menyinggung antar calon kepala daerah. Dengan begitu informasi yang disampaikan dimedia tidak menyulut konflik.

“Kita menggandeng PWI Bengkulu, agar tulisan dimedia lebih santun dan bermartabat sehingga saat pilkada suasana pilkada lebih kondusif,” tukasnya.

Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Pelatihan, Syamsurizal S.S,M.Pd menuturkan, penyuluhan bahasa Indonesia merupakan agenda tahunan. Pada 2018 ini dibagi dua tahap. Masing-masing tahap diikuti 30 peserta. Ia mengharapkan dengan adanya penyuluhan ini, nantinya bahasa media tidak lagi mengabaikan kaidah bahasa yang baik dan benar.

“Media menjadi barometer penggunaan bahasa dimasyarakat. Kedepan penggunaan bahasa akan lebih bagus,” terangnya

Materi penyuluhan bahasa Indonesia yang disampaikan pada wartawan dalam pelatihan dan penyuluhan tersebut, antara lain, kebijakan bahasa disampaikan Kepala Kantor Bahasa Bengkulu, Karyono S.Pd, M.Hum sebagai pematerinya, Pengetahuan kebahasaan (ejaan, bentuk dan pilihan kata) disampaikan pemateri Halimi Hadibrata, M.Pd, serta Bahasa Jurnalistik disampaikan pemateri Dr. Agus Trianto, M.Pd dari akademisi sekaligus anggota Aliansi Jurnalis Indonesia. (247)