Puluhan Sapi Mati Diserang Virus Jembrana

VAKSIN: Petugas sedang memvaksin ternak warga agar tidak tertular virus Jembrana.

KOTA MANNA, bengkuluekspress.com – Kepala Dinas Pertanian Bengkulu Selatan (BS), Ir Silustero MM melalui Kabid Peternakan dan kesehatan hewan, Okta Feriyenni SPi MM mengatakan, saat ini sapi warga BS sudah kembali diserang virus jembrana atau sering disebut warga mati mendadak. Dikatakannya, virus tersebut masuk ke BS sejak Oktober 2020 lalu.

“Saat ini sudah puluhan sapi di BS yang terserang virus jembrana,” katanya.

Okta menambahkan, Sapi yang terinfeksi penyakit jembrana akan mengalami demam dengan kenaikan suhu tubuh hingga mencapai 41°- 42° C. Pada saat demam akan terjadi penurunan jumlah trombosit di dalam pembuluh darah. Akibat penurunan trombosit ini akan terjadi pendarahan di kulit yang luka akibat gigitan serangga pengisap darah seperti lalat sehingga menyebabkan sapi yang terinfeksi mengeluarkan keringat darah.

Keringat darah merupakan salah satu gejala penyakit jembrana yang sangat populer di masyarakat peternak sapi bali. Selain mengalami kenaikan suhu tubuh, sapi yang terinfeksi penyakit jembarana juga dapat mengalami abortus pada betina bunting yang terinfeksi, pembengkakan pada kelenjar limfe terutama limfoglandula parotis, prefemoralis dan praescapularis, diare berdarah, serta mengalami luka pada selaput lendir mulut yang menyebabkan sapi mengalami kesulitan pada saat makan, mengalami penurunan bobot badan. Untuk mengantisipasi agar sapi bali yang terserang virus jembrana tidak semakin bertambah banyak, saat ini pihaknya rutin menggelar vaksin terhadap ternak warga. Sedangkan untuk sapi yang sudah terserang jembrana diberikan vitamin agar bisa sehat kembali.

“Virus jembrana ini sudah merambah dibeberapa kecamatan di BS,” ujarnya.

Dijelaskan Okta, Sapi bali yang sudah terserang virus jembrana di Kecamatan Pino Raya, Kecamatan Kedurang Ilir, Kecamatan Kota Manna dan ada sebagian di Kecamatan lainnya. Untuk mencegah agar ke depan ternak sapi tidak terserang virus jembrana, dirinya mengimbau agar ternak tersebut dikandangkan.

“Kalau dikandangkan kita mudah mengawasinya, sehingga jika pun ada yang terserang jembrana bisa segera diketahui,” bebernya.

Dokter Hewan Dinas Pertanian BS, drh Mungky meminta peternak, jika ada hewan ternaknya diserang virus Jembrana agar tidak menjualnya kepada masyarakat. Sebab jika mereka memakan daging tersebut maka akan menyebabkan sakit perut. Dirinya meminta, jika ada hewan yang mati agar dibakar atau dikubur.

“Kami juga mengimbau, hewan yang mati jangan dibuang ke sungai, sebab bisa menularkan ke hewan lainnya,” imbau Mungky. (369)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*