Puluhan Pelajar Diciduk Polisi

Pesta Miras Rayakan Kelulusan

Pelajar
PATROLI: Puluhan pelajar SMA asal Pagar Alam saat diamankan Polres Kaur lantaran melakukan konvoi ke pantai Laguna, Selasa (2/5) malam. (Foto IRUL/BE).

BINTUHAN,BE– Niat ingin bergembira merayakan kelulusan, tapi ternyata harus berurusan dengan aparat kepolisian. Dianggap menganggu pengendara lainnya dan juga diduga akan melakukan berpesta minuman keras (miras), puluhan pelajar SMA asal Pagar Alam Sumatera Selatan (Sumsel) yang ingin merayakan kelulusan Ujian Nasional Kertas Pensel (UNKP) dengan berkonvoi kendaraan menuju Pantai Laguna Samudra Kabupaten Kaur, Selasa (2/5) malam sekitar pukul 23.00 WIB digelandang ke Mapolres Kaur.

“Puluhan pelajar asal Pagar Alam ini kita amankan karena melalukan konvoi dan ini sangat berpotensi menyebabkan laka lantas dan tidak kriminalitas,” kata Kapolres Kaur AKBP Bambag Purwanto SIK melalui Kabag Ops Kompol Hadi S IP usai memberikan arahan kepada para pelajar yang dimankan di Mapolres kemarin (2/5) malam.

Data terhimpun BE, puluhan pelajar SMA asal Pagar Alam itu dimankan tim patroli Polres Kaur sekitar pukul 23 00 WIB di persimpangan empat lapangan merdeka Bintuhan Kecamatan Kaur Selatan. Para pelajar itu sebelum diamankan ingin melaksanakan perayaan kelulusan UNKP di pantai Laguna Samudra Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur.

Para pelajar itu melakukan perjalanan dari kota Pagar Alam dengan menggunakan 1 unit mini bus dan 8 unit kendaraan bermotor yang diketahui pelajar tersebut berasal dari kota Pagar Alam degan berjumlah sekitar 22 orang terdiri dar 11 perempuan dan 11 laki. Para siswa yang diamankan, seluruhnya hampir memakai pakaian seragam yang sudah dicoret berbagai warna. Bahkan ada yang celananya sudah dirobek-robek.

Selanjutnya, puluhan pelajar SMA itu oleh petugas langsung dibawa ke Polres dan dikumpulkan dan didata selanjutnya arahan dan nasehat. Akhirnya Rabu (3/5) pagi mereka diminta untuk pulang ke rumahnya masing-masing. “Mereka kita beri pembinaan saja, dan saat ini sudah kita pulangkan kerumahnya masing-masing di Pagar Alam,” teragnya.

Ditambahkan perwira dengan satu melati dipundak ini, pihaknya sangat menyayangkan atas apa yang dilakukan para pelajar tersebut dengan masih menggunakan pakaian sekolah dengan kondisi coret. Sebab dengan cara corat coret baju seragam serta berkonvoi tanpa menggunakan perlengkapan berkendara mengganggu ketertiban dan keamanan kenyamanan lalu lintas.

“Siswa lulus dari SMA bukanlah akhir dari segalanya, tetapi merupakan awal dari segalanya, awal untuk masuk ke perguruan tinggi. Jangan sampai karena perayaan ini ada yang kehilangan nyawa, ada yang terjerat tindak kriminalitas,” jelasnya.(618)