Puluhan Pelajar dan Guru Pingsan

LEBONG UTARA, BE – Upacara HUT PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) ke-67 di Kabupaten Lebong diwarnai dengan puluhan pelajar peserta upacara dan satu guru pingsan. Mereka pingsan saat mengikuti upacara yang dilaksanakan di Lapangan Hatta Muara Aman, Senin (26/11) kemarin. Diduga mereka pingsan karena tidak kuat menahan panas terik matahari ditambah lagi ada peserta yang belum sarapan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, para pelajar yang pingsan tersebut banyak dari kalangan pelajar perempuan. Para petugas kesehatan dari Puskesmas Muara Aman terlihat kewalahan menangani peserta yang pingsan tersebut, bahkan peserta yang pingsan sampai mendapatkan oksigen dan dilarikan ke Puskesmas Muara Aman. “Kita dari pukul 08.00 WIB sudah berada di lapangan, tetapi pelaksanaan upacaranya baru mulai pukul 09.15 WIB. Idealnya Upacara itu dilaksanakan pukul 08.00 WIB, kalau jam 9 begini wajar saja banyak peserta yang pingsan karena terjemur terik matahari yang panas ini,” ujar salah satu peserta upacara kepada wartawan.

Sementara itu, Bupati Lebong H Rosjonsyah SIp MSi yang menjadi Inspektur Upacara (Irup) dalam membacakan sambutan Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Pusat DR H Sulistiyo MPd mengatakan, 67 tahun yang lalu, PGRI lahir dalam Kongres Guru Indonesia di Surakarta. PGRI lahir dari kesadaran kebangsaan dan semangat perjuangan para guru, dosen, tenaga kependidikan, para pensiunan guru, dan para pegawai Kementerian Pendidikan dan Pengajaran yang baru didirikan.

Sebagai organisasi profesi guru, PGRI selalu mendorong terjadinya perubahan kinerja dan peningkatan kompetensi guru, dosen, dan tenaga kependidikan menjadi lebih baik sejalan dengan berbagai upaya peningkatan kesejahteraannya. PGRI telah siap melaksanakan kewenangannya sebagaimana diamanatkan pada pasal 42 UUGD.

“Nah tepat dihari guru ini, kita di Kabupaten Lebong akan memikirkan nasib dan perjuangan para guru yang berada di daerah terpencil di Kabupaten Lebong. Insyaallah nanti melalui dinas terkait kita akan memberikan penghargaan serta tunjangan atau intensif bagi guru-guru yang mengajar di daerah terpencil tersebut,” kata Bupati usai upacara.(777)