Puluhan Mahasiswa Datangi DPRD Rejang Lebong

ARY/Bengkulu Ekspress
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PMII Rejang Lebong saat mendatangi DPRD Rejang Lebong menolak revisi UU KPK Rabu (25/9) kemarin.

CURUP, Bengkulu Ekspress– Aksi unjuk rasa mahasiswa yang terjadi di beberapa daerah di tanah air, juga terjadi di Kabupaten Rejang Lebong. Dimana pada Rabu (25/9) kemarin puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rejang Lebong mendatangi DPRD Rejang Lebong.

Puluhan mahasiswa yang tiba di Gedung DPRD Rejang Lebong yang ada di Jalan Sukowati Curup pada pukul 09.00 WIB tersebut untuk menyuarakan penolakan mereka atas pengesahan revisi UU KPK. Mereka meminta agar DPRD Rejang Lebong ikut menandatangi surat penolakan revisi UU KPK.

“Kami dari PMII Rejang Lebong menolak revisi UU KPK, karena setelah kami kaji banyak pasal yang melemahkan KPK, padalah kita ketahui bersama bahwa korupsi adalah musuh kita bersama,” sampai Ketua Umum PC PMII Rejang Lebong, Emeraldo Wahyu Nugroho usai menggelar pertamuan dengan DPRD Rejang Lebong.

Dijelaskan Wahyu, mereka menolak revisi UU KPK, karena menurut mereka dengan UU KPK yang baru tersebut maka KPK akan dilemahkan sehingga akan membuat korupsi ditanah air akan merajalela.Dalam kesempatan tersebut, ia mengaku sangat lega karena dalam aksi yang mereka lakukakan kemarin mereka bisa bertemu langsung dengan unsur pimpinan serta para anggota DPRD Rejang Lebong. Bahkan para anggota DPRD Rejang Lebong menyetujui penolakan pengesahan revisi UU KPK yang mereka sampaikan.



“Surat penolakan ini akan kami sampaikan ke DPR RI dan Presiden, sehingga para petinggi negeri ini bisa berfiki ulang karena banyak DPRD yang menolak berarti ada yang salah dengan UU KPK yang baru,’ sampainya.Sementara itu, Ketua sementara DPRD Rejang Lebong, Wahono SP menjelaskan bahwa aksi yang dilaksanakan oleh mahasiswa dari PMII Rejang Lebong tersebut merupakan hajatan nasional yaitu dari rakyat untuk rakyat, sehingga menurut Wahono apa yang menjadi tuntutan dari mahasiswa tersebut sudah mereka pertimbangkan.

“Kami apresiasi aksi ini karena berjalan dengan lancar, kami juga meminta saran dari adik-adik masiswa untuk kebaikan bangsa kita kedepannya,” sampai Wahono.

Di sisi lain, Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika SIK yang turun langsung ikut mengamankan aksi kemarin mengungkapkan jumlah personel yang diturunkan untuk mengamankan aksi kemarin mencapai 200 orang. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menegaskan bahwa pola pengamanan yang mereka lakukan sudah sesuai dengan SOP seperti tidak menggunakan peluru tajam.”Dalam pengamanan kali ini kita mengedepankan fungsi Polwan, sehingga lebih humanis dan adik-adik mashasiswa merasa terlayani dan terkawal dengan baik,” sampai Kapolres.

Kemudian Kapolres juga mengungkapkan, selain melakukan pengamanan terhadap aksi yang dilakukan di DPRD Rejang Lebong, Polres Rejang Lebong juga melakukan pengamanan tertutup terhadap ratusan mahasiswa dari Rejang Lebong yang kemarin berangkat ke Kota Bengkulu untuk bergabung dengan mahasiswa yang ada di Kota Bengkulu untuk menggelar aksi unjuk rasa di DPRD Provinsi Bengkulu.”Hari ini kita juga melakukan pengamanan tertutup kepada mahasiswa yang bergerak ke Kota Bengkulu untuk ikut unjuk rasa di Kota Bengkulu,” demikian Kapolres. (251)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*