Puluhan Hektar Kebun Longsor

Terkena Abrasi Galian C

puluhan sawit tumbang akibat galian C ilegalAIR NAPAL, BE – Puluhan sawit di Desa Pasar Tebat Kecamatan Air Napal  tumbang akibat galian C ilegal yang dilakukan warga setempat. Kadun I, Nursal,  mengatakan galian C ilegal itu sudah beroperasi sejak satu tahun terakhir dan saat ini sudah puluhan sawit tumbang  akibat galian tersebut. Warga selaku pemilik kebun merasa dirugikan ulah dari oknum tersebut. Meskipun pihak desa, kecamatan, hingga kepolisian telah menghentikan aktivitas penambangan itu. Namun penambangan ilegal itu terus saja dilakukan.  “Kita sudah tegur pemilik galian itu. Malahan ia tidak mau menghentikannya. Imbasnya seperti sekarang ini, puluhan hektar lahan sawit terkena abrasi akibat penambangan itu,” kata Nursal.
Sementara anggota BPD desa tersebut, Supriyadi mengatakan hal sama, pemilik galian ilegal itu atas nama Ya (40)  warga Desa Pasar Tebat Kecamatan Air Napal dan Munzir (42) warga Desa Selubuk kecamatan Air Napal tetap tidak mau menghentikan aktivitasnya. Tanggal 30 Agustus 2012 lalu sudah digelar rapat untuk penutupan namun sejauh ini tidak ada realisasinya.  “Kami tanyakan kenapa belum ada tindakan. Alasan yang kami terima tidak masuk akal karena pihak berwenang belum ada anggaran untuk menertibkannya,” kesal Supriyadi.

Warga Ancam Demo
Sementara itu,  jika belum ada upaya penertiban galian itu oleh pemerintah daerah. Warga desa mengancam akan mendemo pihak perusahaan dalam waktu dekat ini. Itu dilakukan karena kekesalan warga sudah memuncak. Pasalnya selama ini emosi warga masih bisa diredam agar tidak berbuat anarkis.  “Tapi kalau sudah begini, tidak juga kunjung ditertibkan, silahkan saja warga demo, itu hak mereka. Pemerintah daerah cuek dengan persoalan ini,” tegas Supriadi.
Terpisah, Kadistamben, Ramadhanus SE melalui Kasi pengawasan Pertambangan, Boy Sinaratman SSos mengatakan untuk upaya penertiban harus sudah ada terbentuk tim dan untuk upaya peneguran sudah dilakukan namun tak dihiraukan, “Dalam waktu dekat ini akan saya sampaikan bagaimana baiknya. Kalau bisa warga jangan berdemo, akan kita selesaikan bersama melalui tim,” demikian Boy. (117)