Puluhan Ha Lahan Gambut Terbakar

KEBAKARAN : Sekretaris Dinas Damkar Benteng, Triyanto MSi bersama personel TNI dan Polri saat berjaga di lokasi kebakaran lahan gambut di Desa Sri Kuncoro, Kecamatan Pondok Kelapa, kemarin (18/11)

PONDOK KELAPA, Bengkulu Ekspress – Puluhan hektare (Ha) lahan gambut di sejumlah desa wilayah Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) dilalap si jago merah.

Dari informasi yang diperoleh, api sudah menghanguskan lahan gambut kurang lebih sekitar 25 Ha yang berlokasi di 3 desa. Yaitu, Desa Pekik Nyaring, Sri Kuncoro dan Desa Srikaton.”Api berasal dari lahan gambut di Desa Pekik Nyaring dan terus melebar hingga ke Desa Sri Kuncoro dan Desa Srikaton,” ungkap Kepala Desa (Kades) Sri Kuncoro, Ramadhan.

Dijelaskan Kades, peristiwa kebakaran sudah berlangsung sejak Minggu (17/11) siang. Akan tetapi, karena titik api berlokasi di lahan gambut dan tak memiliki akses jalan, warga bersama pihak terkait tak bisa berbuat banyak.

Karena tak ada upaya pemadaman, kata Ramadhan, api terus meluas dan membakar rumput kering di sekitarnya. Titik api terus meluas dan membuat warga dihantui perasaan cemas.



“Di lahan gambut itu bukan hanya lahan terbengkalai, ada juga lahan produktif yang dikelola oleh masyarakat.Seperti lahan perkebunan karet, sawit atau dimanfaatkan sebagai tempat bertanam sayuran,” beber Kades.

Terpisah, warga Desa Pekik Nyaring, Aris mengatakan, kebakaran menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar. Salah satunya, menjadi pemicu terjadinya polusi udara yang membuat warga menjadi terganggu.

“Kebakaran yang terjadi Minggu siang mulai membuat pernapasan warga terganggu. Kami berharap agar pemerintah melalui OPD teknis bisa mengambil sikap dan memadamkan api,” tandasnya.

sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Benteng, Bambang Irawan SSos melalui Sekretaris Damkar Benteng, Triyanto MSi mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan 2 (dua) regu bersama 2 armada mobil Damkar di sekitar pemukiman warga. “Karena tak ada akses jalan, kami tak bisa berbuat banyak.Yang bisa kami lakukan hanyalah berjaga di sekitar pemukiman warga dan mengantisipasi agar api tak mendekati pemukiman,” demikian Triyanto.(135)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*