Puluhan CJH Rekam Biometrik

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Puluhan Calon Jamaah Haji (CJH) asal Bengkulu mulai melakukan proses rekam biometrik, di kantor ORC VFS Tasheel Internasional di Jalan Semangka kelurahan Panorama, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu. Pelaksanaan proses rekam biometrik ini disantukan tempat dan waktunya dengan jamaah umrah, dengan memakan waktu per jamaah mencapai 5-20 menit dan bersifat tertutup. Tak ayal, puluhan jamaah penuh sesak di ruang tunggu.

Manager OrC VFS Tasheel Bengkulu, Aang Kurniawan saat dikonfirmasi menuturkan proses Biomterik VFS satu-satunya lembaga yang telah dipercaya dari Arab Saudi untuk melakukan proses biometrik para calon jamaah haji. Proses biometrik dilakukan per orangan untuk diambil retina mata, dan sidik jarinya. “Rekam biometrik CJH bekerjasama dengan Kanwil Kemenag, dan seluruh CJH wajib melaksanakan proses Biometrik. Semua jamaah baik dari kota dan kabupaten akan melaksanakan proses di VFS Tasheel ini, ” jelasya.

Aan mengklaim proses biometrik setiap jamaah sangat singkat, diprediksi membutuhkan waktu paling lama 5 menit, namun hal itu tergantung dengan jaringan apalagi terkadang dalam proses rekamn terkendala dengan sidik jari jamaah lansia yang sulit untuk dideteksi.

Proses biometrik akan dilakukan setiap hari, dimulai pukul 08.00-16.00 wib mulai Senin hingga Sabtu. Setiap hari layanan biometrik diprediksi mencapai 100 orang.

Disisi lain Kepala Kantor wilayah Kementerian Agama Bengkulu, Drs, H Bustasar MS M.Pd melalui kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umroh, Drs. H. Ramlan MHi saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya telah membuat jadwal pelaksanaan rekam biometrik CJH baik kota maupun jamaah asal kabupaten. “Rekam Biometrik dari kabupaten juga akan dilakukan di kota Bengkulu, CJH dari kabupaten akan datang ke Kota Bengkulu. Untuk tahap awal dimulai dari CJH Kota Bengkulu, ” katanya.

Karena keterbatasan layanan, Kanwil kemenag sebelumnya telah berkoordinasi dengan pihak VFS Tasheel, sehingga perekaman biometrik CJH dilakukan secara bertahap karena keterbatasan sarana dan prasarana serta personil. Pelaksanaan biometrik ini menunggu keluarnya nama-nama jamaah yang telah dikirim Kanwil Kemenag Bengkulu ke Kedutaan Arab Saudi, kemudian pihak kedutaan memberikan balasan dengan merilis ulang nama-nama CJH yang direkomendasikan untuk rekam biometrik.

“CJH yang melakukan rekam biometrik adalah mereka yang sudah masuk dalam daftar estimasi pemberangkatan tahun ini, data ini dikirim dan disetujui di kedutaan Arab Saudi, dari data itulah CJH yang bersangkutan melakukan rekam biometrik,” katanya.

Sebaliknya walaupun sudah dikirim ke kedutaan namun belum keluar maka belum bisa melakukan perekaman biometrik, karena ini akan terkoneksi ke seluruh jaringan layanan pemberangkatan Haji. Setiap harinya perekaman biometrik bisa mencapai maksimal 80 CJH, namun jumlah ini bisa berubah melihat perkembangan proses biometrik, jika dapat lebih banyak maka bisa dilayani hingga ratusan orang.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu, Drs H. Tasri melalui Kasi Penyelenggara Haji, Ramadan Subdi menegaskan CJH asal Kota Bengkulu mendapat jadwal perdana, dan dihari pertama diikuti 71 CJH. Prosesnya nama-nama jamaah disampaikan ke VFS Tasheel Internasional, namun jawaban pihak perusahaan memberikan surat balasan menggunakan email untuk menjadwalkan pelaksanaan perekaman baru diterima Kemenag pukul 08.00 wib.

“Perekaman CJH asal kota Bengkulu diperkirakan selama lima hari, dan setiap harinya dimulai dari pukul 09.00 wib hingga 16.00 wib, karena dihari pertama masih banyak jamaah yang namanya dijadwalkan justru banyak yang belum datang, namun ditunggu hingga sore, jamaah cukup membawa bukti KTP saja ” ujarnya.

Ia juga menyayangkan lokasi VFS Tasheel yang kurang refresentatif sehingga banyak jamaah yang terpaksa berdiri untuk menunggu antrian, hal ini pun sudah kita sampaikan ke perusahaan namun mereka pun tidak bisa berbuat banyak karena memang tergolong baru di Bengkulu. (247)