Puluhan Angkutan Terjaring

DENDI- BE Anggota Dishubkominfo saat mengelar razia kemarin (2)BENGKULU, BE – Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Bengkulu, kemarin (8/3) mengelar razia mobil angkutan di ruas Jalan Basuki Rahmat tepatnya di depan Kantor BLH Kota dan Provinsi Bengkulu.

Dalam razia yang berlangsung sekitar 4 jam tersebut, petugas berhasil menjaring puluhan mobil angkutan,  seperti Angkutan Kota (Angkot), Angkutan Desa (Angdes), Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP), angkutan barang, dan pick up dan berbagai mobil angkutan lainnya.

“Razia ini dalam rangka meningkatkan Pendapat Asli Daerah (PAD) Kota Bengkulu, khususnya dari sektor retribusi trayek dan KIR angkutan karena banyak sekali kendaraan yang trayeknya dan KIR-nya yang sudah mati,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota melalui Kasi Lalulintas, Mardikusuma SSos disela-sela razia, kemarin.

Ia mengungkapkan, kendaraan yang terjaring tersebut didata dan dibuat surat pernyataan untuk segara mengurus semua izin yang sudah mati tersebut. Dengan adanya razia itu, mengharuskan sopir atau pemilik kendaraan untuk segera menghidupkan kembali semua perizinan yang sudah mati tersebut.

“Bagi angkutan yang terjaring ini kita arahkan untuk mengurus kelengkapan dan membayar retribusinya,” ujarnya.
Selain itu, Mardi juga berharap bagi pemilik kendaraan lainnya yang juga telah mati kelengkapannya, untuk mengurusnya kelengkapan angkutannya secara kesadaran.  Hal ini untuk meningkatkan PAD Kota Bengkulu serta  menjaga keamanan dan kenyamanan dalam beroperasi.

“Kita juga berharap timbul kesadaran dari pemilik kendaraan untuk mengurus kelengkapan kendaraanya, karena ini menyangkut salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pemilik kendaraan,” ujarnya.

Kedepannya, razia seperti itu akan terus digencarkan Dinashubkominfo bekerjasama dengan Polres Bengkulu. Selain dalam kota, razia juga akan dilakukan diberbatasan Kota Bengkulu dengan kabupaten-kabupaten lain di Provinsi Bengkulu.  “Razia tidak hanya sampai disini, namun akan terus kita lakukan dengan melihat situasi dan kondisi,” pungkasnya.(400)