Pulang dari Study Tour, Kesehatan Siswa dan Guru akan Dicek, Dewan Minta Dikarantina

ISTIMEWA
PENANGANAN SERIUS: Salah satu pasien yang diduga terjangkit virus Corona saat mendapatkan perawatan intensif di RS Raden Mataher Jambi kemarin (26/1)

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Eri Julian Hidayat, memastikan akan mengupayakan pemeriksaan kesehatan bagi 30 orang siswa dan 7 orang guru pendamping SMA Negeri 3 Kota Bengkulu yang sedang melakukan study tour ke Jakarta, Yogyakarta, dan Bali.

Hal itu guna menghindari penyebaran virus corona atau Covid 19 yang sedang merebak di berbagai daerah yang sedang mereka kunjungi.

“Ya kita upayakan di periksa kesehatan mereka setiba di Bengkulu nanti,” singkat Eri saat dihubungi Bengkuluekspress.com via Whatshap, Selasa (17/3).

Sebelumnya, pihak SMAN 3 Kota Bengkulu melalui Waka Kesiswaan, Salama SPd, membenarkan bahwa sebanyak 30 siswa dan 7 guru pendamping sedang melakukan study tour ke Jakarta, Yogyakarta, dan Bali. Mereka berangkat dari Bengkulu sejak Jumat (13/3) lalu.

Namun lanjut Salma, terkait wabah covid-19 maka pihak sekolah akan mempercepat kepulangan mereka ke Bengkulu. Sebelumnya jadwal kepulangan mereka pada, Senin (23/3).

“Mereka akan pulang secepatnya mengingat banyak lokasi wisata yang tutup. Tidak semua tempat dapat dikunjungi, anak-anak hanya sekedar berhenti dan menginap. Terkait kondisi kesehatan rombongan anak-anak study tour tersebut dalam kondisi yang sehat,” katanya.

Sementara itu, Anggota komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu H. Zainal, SSos MSi meminta pemerintah Provinsi Bengkulu serta dinas terkait untuk melakukan pemeriksaan terhadap siswa yang saat ini sedang study tour jika tiba di Bengkulu nantinya.

Jika diperlukan, sambung Zainal pemerintah harus melakukan pengungsian (karantina) terhadap siswa tersebut untuk menghindari covid-19 hal itu lantaran tempat yang mereka kunjungi telah terpapar corona virus.

“Kita minta karena itu kan udah berangkat, nah sepulang dari situ, cek kesehatan. Jangan sampai mereka membawa impor penyakit dari luar, itu yang ditugaskan,” tegas politisi PKB itu. (HBN)