Pulang Cepat Demi Hajatan

KARANG TINGGI, BE- Tercatat hanya 11 PNS yang apel Sabtu siang kemarin. Mereka yang apel tercatat Kabag Pemerintahan, Drs Achmad Munir, selaku inspektur apel, Kabag Keuangan Relison, SE, Kabag Kepegawaian dan Organisasi Drs Ruspandi. Sisanya 11 PNS tercatat staf di beberapa bidang tersebut. “Ya sebagian ikut acara nikahan anak Asisten I (A Ansyori Marzuki, MM), sebagian lagi dinas luar,” ujar Kabag Pemerintahan Drs Achmad Munir, jelang apel, Sabtu kemarin. Setali tiga uang, Kasubag Protokol Humas Setda, Timor SSos, membenarkan jika Sabtu, ada acara nikahan pejabat Setda. Dan seluruh pejabat hadir dalam acara itu. “Semua (pejabat) hadir di sini (acara nikahan), tadi mulainya jam pagi, kalau saya datang siang (11.00 WIB), ya setda sepi,” ujarnya. Pantauan BE, pukul 12.00 WIB kantor Setda lengang. Nyaris tidak ada aktivitas PNS Sabtu siang kemarin. Bidang Pemerintahan, Keuangan dan Kepegawaian, tak seperti biasa. Meski ada staf namun jumlahnya berkurang dari biasanya. “Ya udah pulang semua. Sabtu memang rawan (pulang cepat),” ujar petugas Satpol PP.

Tak Ambil Pusing
Meski demikian, Kasatpol PP H Amirul, yang biasa garang dalam memantau aktivitas PNS, namun saat dikonfirmasi kemarin, tampak mengelak. Dan menganggap lantaran hajatan sehingga pejabat pulang semua. “Tak usah diekspose, itu karena ada hajatan, saya lagi di Argamakmur,” ungkapnya. Dari informasi diperoleh, 5 PNS sekaligus Kecamatan Karang Tinggi tak masuk kerja. Alasan mereka 2 PNS berada di Dolog, sedang lainnya sakit. “Ya mereka sakit,” ujar Camat Karang Tinggi, Ismail Bakaria, SPd. Mereka yang tidak masuk kerja tanpa alasan akan dievaluasi. “Tolong berikan ke saya nama-nama mereka, saya wajib tahu,” ungkap Kabag Pemerintahan, Drs Achmad Munir. Wabup M Sabri, SSos tengah gencar menegakkan disiplin PNS, tampak dimanfaatkan sejumlah PNS untuk pulang cepat Sabtu kemarin. “Ya Wabup lagi di Jakarta, ke kementerian PDT,” ujar Kabag Pemerintahan Drs Ahmad Munir.

Tidak Ada Tindakan
Salah seorang petugas Satpol PP mengeluhkan sikap PNS yang acap bolos tersebut. Sikap itu, katanya, lantaran tidak ada tindakan tegas yang diambil setelah proses pencatatan PNS itu. Sehingga PNS tidak terlalu peduli dengan satpol yang melakukan razia. “Ya habis dicatat tidak ada tindak lanjutnya, jadi PNS meremehkan (satpol PP), ya mereka kapan saja keluar kantor tanpa takut dengan satpol. Padahal untuk menertibkan itu kan tugas kami,” ujarnya. (122)