PU Belum Tahu Ada Kerugian Negara

Bengkulu
M Suhadi ST

KOTA MANNA, BE – Adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) uang sebesar Rp 4,2 Miliar kerugian Negara terhadap pelaksanaan kegiatan pembangunan di Bengkulu Selatan (BS). Bahkan temuan tersebut berasal dari proyek di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bengkulu Selatan.

Kepala Dinas PU Bengkulu Selatan, M Suhadi ST saat dikonfirmasi mengaku terkejut dengan adanya temuan tersebut. Hanya saja karena dirinya belum menerima laporan hasil pemeriksaan (LHP) tersebut, maka dirinya belum tahu kegiatan mana ang merugikan Negara. “Saya belum terima LHP, jadi saya belum tahu kegiatan yang mana yang menjadi temuan BPK,” katanya.

Menurut Suhadi, dengan adanya informasi tersebut, maka dirinya akan berkoordinasi dengan Sekkab Bengkulu Selatan untuk meminta rincian proyek yang terindikasi bermasalah. Setelah mengetahui item – item proyek yang bermasalah tersebut. Serta tahun kontraktornya, maka dirinya akan memanggil kontraktor tersebut untuk meminta penjelasan mengapa sampai menjadi temuan.

“Saya akan koordinasikan dahulu dengan Pak Sekkab, Kontraktor yang bermasalah tersebut akan saya panggil,” ujarnya.

Ditambahkan Suhadi, dengan mengetahui kontraktor bermasalah tersebut, dirinya akan menginstruksikan kontraktor tersebut segera mengembalikan kerugian negera itu dalam jangka waktu 60 hari setelah diterimanya LHP dari BPK.

“Setelah bertemu dengan Kontraktor bermasalah tersebut, pihak kontraktor saya wajibkan kembalikan kerugian Negara dalam jangka 60 hari ke depan,” imbuhnya.

Dengan banyaknya temuan ini, Suhadi mengaku, pada tahun 2017 akan semakin ketat dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan di dinas PU Bengkulu Selatan. Sehingga tidak ada lagi yang bermasalah. “2017 ini saya akan bekerja maksimal lagi agar tidak ada temuan proyek yang bermasalah,” demikian Suhadi.

Sebelumnya, Bupati Bengkulu Selatan, H Dirwan Mahmud SH menerima LHP dari BPK beberapa hari lalu, Dari LHP tersebut diketahui ada temuan kerugian negera sebesar Rp 4,2 Miliar. Kerugian Negara ini berasal dari kegiatan dinas PU pada bidang Bina Marga dan Pengairan. (369)