PTN Tetap Konsentrasi Pindai Lembar Jawaban UN

MUNDURNYA Ujian Nasional (UN) tidak memengaruhi konsistensi perguruan tinggi negeri (PTN) di Surabaya, Jawa Timur untuk melakukan pemindaian lembar jawaban UN.

”Tugas kami meminta jawaban siswa. Setelah dipindai, nanti lembar jawaban UN kami serahkan kepada Puspendik,” jelas Ali Mufie, tim pemindaian lembar jawaban UN seperti yang dilansir Radar Surabaya (Jawa Pos Group), Selasa (17/3).

Menurut dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tersebut, ada beberapa PTN di Jawa Timur yang akan bertugas memindai LJUN. Di antaranya, Universitas Airlangga (UA), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Negeri Malang (UM).

Rencananya, pemindaian dimulai pada 24 April mendatang. Sementara itu, bukan hanya sekolah, siswa, dan orang tua yang kecewa saat mendengar bahwa UN CBT diundur. Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya juga menyesalkan diundurnya UN.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pendidikan dan Menengah (Dikmen) Dispendik Surabaya Sudarminto. Sudarminto mengatakan, berdasar standar prosedur operasi (SPO) yang ditandatangani oleh Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Prof Dr Zainal Hasibuan Phd, tidak ada penjelasan pasti tentang penundaan pelaksanaan UN.

”SPO itu hanya berisi prosedur pelaksanaan UN, mulai tugas hingga penjelasan pelaksanaan UN,” katanya.

Dispendik pun sreg dengan analisis Dewan Pendidikan Surabaya yang menyatakan bahwa sebetulnya pemerintah pusat yang belum siap. Alasannya, menurut Sudarminto, surat penetapan sekolah yang melaksanakan UN belum keluar.

Padahal, waktu proses verifikasi selesai, pihaknya langsung mengeluarkan jadwal penetapan UN seminggu sesudah verifikasi itu.

Bahkan, pada awal Maret lalu, Kadispendik Jatim Harun sudah datang ke Jakarta untuk menanyakan keputusan Puspendik tentang penetapan sekolah yang bakal ikut UN.

”Padahal, surat penetapan tersebut merupakan dasar bagi sekolah untuk melaksanakan UN serta dasar untuk menanda tangani pakta integritas pelaksanaan UN CBT dari Kemenbud Dikdasmen,” jelasnya. (han/jee/awa/jpnn)