PTM Batal Ditutup

Budhi/BE
Para pedagang yang sehari-hari berjualan pakaian, sepatu dan asesoris lainnya berkumpul di pintu masuk PTM meminta pengelola PTM membuka pintu agar mereka bisa berjualan, Kamis pagi (2/4).

BENGKULU, Bengkuluekspress.com – Para pedagang di Pasar Tradisional Moderen (PTM) menolak pasar tersebut ditutup oleh pihak pengelola. Penutupan sendiri dalam rangka untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona. Akibat penolakan tersebut, pihak pengelola melakukan kordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, dan Kamis pagi (2/4) pasar tradisional moderen pun kembali dibuka. Ratusan pedagang pun kembali melakukan aktifitas jual beli seperti biasanya.

Pengelola PTM, Zulkifli Ishak mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah memberikan edaran jika PTM ditutup selama 14 hari, dimulai tanggal 1 April sampai 14 April, kecuali toko bahan makanan atau sembako. Namun edaran ini ditolak pedagang sehingga ia pun melaporkan permintaan pedagang kepada Wakil Walikota Bengkulu dan Dinas Perindustian dan Perdagangan (Perindag) Kota Bengkulu untuk membuka kembali pasar tersebut. Dari hasil kordinasi itu, ia pun mendapatkan persetujuan dari pemerintah kota untuk dilakukan pembukaan kembali.

“Saya sudah sampaikan langsung ke pemerintah kota dan Wakil Walikota, Dedy Wahyudi menyetujui hal itu karena Pemkot tidak bisa melarang jika memang pedagang memaksa untuk berjualan meskipun kondisi pembeli sepi saat ini,” terang, kemarin (2/4).

Namun Zulkifli meminta kepada pemilik toko atau pedagang untuk mengutamakan keselamatan para pembeli ataupun pedagang lainnya dalam penyebaran virus korona karena sangat membahayakan.

“Saya minta kepada para pedagang dan pemilik toko untuk menyediakan alat-alat kebersihan seperi sabu dan air untuk mencuci tangan serta menyediakan hand sanitazer didepan pintu masuk ke PTM tersebut,” jelasnya.

Ia mengatakan para pedagang bersikeras mau membuka lagi tempat jualan yang ada dilantai dasar PTM ini karena untuk mencari nafkah dalam memnuhi kebutuhan sehari-hari, sebab apabila ditutup mereka mau makan apa.

“Di lantai dasar PTM ini merupakan pedagang baju atau pakaian, ada sekitar 200 pedagang yang berjualan di bawah sana, jadi mereka bergantung pada berjualan sekarang ini,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu pedagang, Benny Susanto mengatakan, pihaknya memilih untuk membuka kembali tokonya di tengah pandemi virus korona guna mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga mereka, pasalnya kebutuhan mereka sangat bergantung dengan penghasilan dari berjualan baju di PTM ini.

“Kita juga akan menjaga kesehatan dan prosedur keselamatan yang dikeluarkan pemerintah pusat seperti menyediakan sabu dan air cuci tangan serta hand sanitazer,” jelasnya.

Ia bersama pedagang lainnya bersikeras mau membuka dan berjualan lagi karena di lokasi lain masih banyak toko-toko yang buka dan tidak disuruh tutup oleh pemerintah kota.

“Ini juga yang membuat adanya kecemburuan sosial, karena di kawasan lain masih banyak toko-toko yang buka, kenapa hanya PTM yang disuruh tutup. Kalau memang takut akan penyebaran virus korona ini, semua toko harus tutup, bukan PTM saja,” tukasnya. (529)