PT RSM Terancam Ditutup

PEMATANG TIGA, BE- Buntut demo warga selama 3 hari terakhir  menuai dampak luas untuk iklim inventasi di Bengkulu Tengah. Perusahan pertambangan PT Ratu Samban Mining (RSM) terancam ditutup , setelah  dilakukan pertemuan antara Dinas Pertambangan, PT RSM, warga, serta sejumlah pihak terkait.

Dari pembicaraan Dinas Pertambangan masih menegosiasi persoalan untuk mencari jalan keluar terbaik dan tak merugikan semua pihak.

” Negosiasi masih dilakukan karena persoalan ini sangat komplek dampaknya, ”  kata Kadis Pertambangan dan Energi (Distamben) Iskandar Harun SSos.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) , H Amirul SH mengatakan hanya terfokus pada masalah tenaga kerja apabila PT RSM ditutup karena mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. ” Bila jadi ditutup, tidak bisa dihindari terjadi pengurangan tenaga kerja yang cukup besar diperusahaan itu. Kecuali untuk karyawan tertentu akan dipindahkan ke lokasi lain,” kata Amirul.

Saat ini jumlah karyawan PT RSM sekitar 500 orang  dan diperkirakan 260 karyawan lokal bisa di PHK. Bila ada uang pesangon, Disnakertrans akan mengawal janji itu untuk direalisasikan. ” Yang perlu diantisipasi kalau terjadi betul penutupan PT RSM, atau PHK karyawan,” jelasnya.

Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari manajemen PT RSM. Namun berdasarkan keterangan Efi Rusfin selaku Kepala Personalia perusahaan , kegiatan operasional penambangan tidak tutup tetapi karena demo warga terus-menerus kegiatan operasional perusahaan terganggu sehingga dihentikan sementara.

” Saya tidak bisa beri keterangan karena pak Anton (Ka TU) yang lebih berhak. ” ucap Efi.

Di lain pihak,  pengakuan  Baitullah Kades Batu Beriang yang terlibat dalam kesepakatan semula mengatakan demo bermula soal air bersih karena air sungai  keruh akibat aktivitas penambangan. ” Saya tak diundang dalam rapat di Pemda Benteng, tapi tuntutan warga itu cuma masalah air bersih. Sedangkan persoalan lain tidak diketahui pasti, ” ucap Baitullah. (122)