PT PPA Dibakar Massa

APRIZAL/Bengkulu Ekspress
Kuari milik PT PPA diduga dibakar masyarakat setempat, pagi kemarin.

TAP, Bengkulu Ekspress– Akibat tidak mendapatkan kepastian saat mediasi, puluhan masyarakat Desa Lubuk Gading diduga membakar kantor PT Pau Putra Agung (PPA) yang bergerak bidang galian C. Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 08.45 WIB, kemarin, lantaran diduga masyarakat tidak bisa menemui unsur pimpinan dari perusahaan, dan masyarakat sudah tidak bisa lagi menahan kesabaran karena perusahaan tersebut dinilai sudah merugikan masyarakat. Duketahui, perusahaan itu diduga telah menyebarkan polusi dan debu yang berdampak kepada masyarakat. Hal ini pun disampaikan oleh Camat TAP, Nirwan Tomeri saat dikonfirmasi awak media, kemarin (24/9).

Camat mengatakan, sebelumnya puluhan masyarakat desa setempat mendatangi lokasi kuari berniat untuk memberikan tindakan dan teguran keras dengan melakukan mediasi. Namun, karena tidak mendapatkan kepastian dari pihak perusahaan, kebakaran pun terjadi.

“Ya pagi tadi telah terjadi kebakaran di kuari milik PT PPA, yang diduga dipicu berawal dari sekitar 20 orang masyarakat desa setempat mendatangi lokasi kuari, bertujuan untuk melaksanakan mediasi dengan pengelola perusahaan. Namun kedatangan mereka hanya diterima oleh saudara Yetno selaku yang dituakan di perusaan PT PPA.



Mengingat Yetno bukan pengambil keputusan, masyarakat pun tersulut emosinya karena diminta menunggu pimpinan perusahaan bernama Lola yang tengah dalam perjalanan dari Bengkulu ke lokasi. Kemudian salah satu perwakilan masyarakat berinisial BG, berteriak dengan mengatakan ‘sudah tidak usah mediasi mediasi lagi’.

Lalu masyarakat tersebut merusak camp perusahaan, dan membakar gudang yang berisikan BBM jenis solar dan terjadilah kebakaran, kemudian masyarakat tersebut pergi meninggalkan lokasi perusahaan,” terang Nirwan Tomeri.

Ia pun menambahkan, atas kejadian tersebut 1 unit mobil fuso dump truck, alat berat jenis wales, drum dan tangki minyak solar dan gudang serta kantor PT PPA terbakar. Saat ini, kejadian tengah ditindak lanjuti oleh pihak Polres BU. Api berhasil dipadamkan, sekira pukul 11.00 WIB dengan mengerahkan 2 unit mobil damkar, dan dibantu oleh pihak kepolisian dan warga setempat.

“Pihak Polres BU, tadi juga sudah melakuan pemanggilan terhadap 3 orang karyawan perusahaan tersebut, serta beberapa saksi-saksi untuk meminta keterangan lebih lanjut. Saat ini, kami masih menunggu informasi dan koordinasi dari pihak kepolisian, masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” tambahnya.

Sementara itu, Kades Lubuk Gading, Yarmanzori mengungkapkan, tidak bisa disesalkan, mengingat keresahan masyarakat ini dinilainya sudah berada dipuncaknya, sehingga kejadian anarkis seperti ini tidak dapat terelakkan. Pasalnya, perusahaan tersebut memang dinilai sudah meresahkan masyarakat desanya, karena polusi dan debu dari perusahaan.

“Kalau soal terbakarnya PT PPA saya belum tahu penyebabnya, yang pastinya perusahaan tersebut memang sudah lama meresahkan masyarakat sekitar. Bahkan, akibat dari debu polusi perusahaan tersebut, untuk memasak saja, masyarakat kesusahan,” ungkap Kades

Selain itu, Yarmanzori juga menerangkan selama ini masyarakat sudah sering memberi teguran terhadap pihak perusahaan, agar segera menutup dan tidak beroperasi lagi. Mengingat, perusahaan tersebut terletak berada di tengah Desa Lubuk Gading.

“Selama ini pihak perusahaan sudah kita tegur, baik melalui pejabat desa maupun masyarakat, agar perusahaan tidak lagi beroperasi, namun teguran itu tidak di indahkan. Alhasil, kami pun tidak bisa lagi membendung kemarahan masyarakat,” terangnya.

Menanggapi hal ini, Kapolres BU AKBP Ariefaldi Warganegara, SH SIK MM melalui Kasat Reskrim AKP Jery Antonius Nainggolan, SIK mengatakan pihaknya sudah terjun ke lokasi dan ikut membantu memadamkan api sembari menyelidiki penyebab kebakaran. Sejauh ini, pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan lantaran tengah dipelajari lebih lanjut, karena ini bersentuhan langsung dengan masyarakat.”Masih belum bisa saya pastikan, penyebabnya masih kita dalami. Nanti kita kabari,” singkatnya. (127)